All Stories

Rabu, 29 Oktober 2014

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. Susi adalah pengusaha sukses yang memulai bisnisnya sebagai pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat. TEMPO/Subekti.
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan sudah menyusun program seratus hari untuk lembaganya. Intinya, kata Susi, program ini akan meneruskan hal-hal yang sudah dilaksanakan oleh Menteri Kelautan Sharif Cicip Sutardjo. "Saya juga akan memetakan dan mengevaluasi hal-hal yang kurang selama ini," ujar Susi di kantornya, Rabu, 29 Oktober 2014. 

Salah satu program kerja Menteri Susi adalah memberantas pencurian ikan di seluruh wilayah Indonesia. Susi menuturkan kawasan perairan di Indonesia kerap menjadi area pencurian ikan yang dilakukan kapal penangkap dari luar negeri. Kapal-kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia sangat merugikan. "Karena itu, perusahaan yang menangkap ikan segara ilegal akan saya babat."

Cara memberantas illegal fishing, kata Susi, adalah dengan mendata semua kapal-kapal komersil yang masuk ke dalam perairan Indonesia. "Saya akan memulai dengan pendataanonline. Kapal yang masuk ke Indonesia dapat terpantau, sama seperti data pesawat terbang," ujarnya. 

Selain itu, tutur Susi, dirinya akan mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kelautan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sebab, potensi sektor perikanan di Indonesia sangat besar, mengingat 70 persen wilayahnya adalah laut. Bahkan, kata Susi, luas perairan di Indonesia lima kali lebih besar daripada luas negara tetangga seperti Thailand. "Tapi angka ekspor perikanan kita lebih rendah daripada Thailand dan Malaysia. Ini menjadi hal yang harus dibenahi," katanya. 

Program 100 Hari Menteri Susi, Apa Saja?

Unknown   at  21.43  No comments

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014. Susi adalah pengusaha sukses yang memulai bisnisnya sebagai pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat. TEMPO/Subekti.
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan sudah menyusun program seratus hari untuk lembaganya. Intinya, kata Susi, program ini akan meneruskan hal-hal yang sudah dilaksanakan oleh Menteri Kelautan Sharif Cicip Sutardjo. "Saya juga akan memetakan dan mengevaluasi hal-hal yang kurang selama ini," ujar Susi di kantornya, Rabu, 29 Oktober 2014. 

Salah satu program kerja Menteri Susi adalah memberantas pencurian ikan di seluruh wilayah Indonesia. Susi menuturkan kawasan perairan di Indonesia kerap menjadi area pencurian ikan yang dilakukan kapal penangkap dari luar negeri. Kapal-kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia sangat merugikan. "Karena itu, perusahaan yang menangkap ikan segara ilegal akan saya babat."

Cara memberantas illegal fishing, kata Susi, adalah dengan mendata semua kapal-kapal komersil yang masuk ke dalam perairan Indonesia. "Saya akan memulai dengan pendataanonline. Kapal yang masuk ke Indonesia dapat terpantau, sama seperti data pesawat terbang," ujarnya. 

Selain itu, tutur Susi, dirinya akan mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kelautan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Sebab, potensi sektor perikanan di Indonesia sangat besar, mengingat 70 persen wilayahnya adalah laut. Bahkan, kata Susi, luas perairan di Indonesia lima kali lebih besar daripada luas negara tetangga seperti Thailand. "Tapi angka ekspor perikanan kita lebih rendah daripada Thailand dan Malaysia. Ini menjadi hal yang harus dibenahi," katanya. 
Continue Reading→

Selasa, 28 Oktober 2014

Minggu ini berbeda, selain UTS yang memang selalu jadi topik utama, minggu ini berkesempatan mengkoordinir dua mobilisasi massa, Wisuda Oktober MTI 2014 dan Aksi di Jakarta 20-10-2014. dan tulisan ini hanya pandangan subjektif dari apa yang terlihat dan terekam oleh penulis

20 Oktober 2014, Pukul 00.00
Saya baru bergabung dengan massa aksi di selasar teh salman. Saat itu massa sedang melakukan sharing dengan Irul (HMS ‘11), sebelumnya massa berkumpul di darah Campus Center untuk briefing dan beberapa persiapan lainnya,

Pukul 00.50, Berangkat!

Pukul 04.30, Tiba di Mesjid Ukhwah Islamiyah UI
Setelah dilakukan pengabsenan, diketahui jumlah massa KM ITB yang turun aksi pada hari ini ada 79 massa. Digabung dengan massa yang sebelumnya sudah ada di Jakarta untuk melakuan konsolidasi awal (dipimpin oleh Presiden (saya kurang suka dengan sebutan K3M) KM ITB, Jeffry Giranza

Pukul 05.50, Konsolidasi 
Menuju Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UI untuk bertemu Korlap Aksi dar UI. Disini dilakukan penyatuan teknis lapangan awal dari ITB dan UI.
Teklap aksi yang disepakati bersama tidak detail,hanya memberikan gambaran umum apa yang dilakukan dilapangan dan beberapa penyepakatan

Pukul 06.50, Briefing Massa Aksi KM ITB
Briefing dipimpin langsung oleh Jeffry dan Upi (Menteri Sospol Kabinet KM ITB), penyamaan suhu tentang aksi,penjelasan teknis lapangan dan pembagian peran selama melakukan aksi

Briefing Massa Aksi KM ITBBriefing Massa Aksi KM ITB

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi perangkat aksi adalah, border (barikade),pembawa flyer,pembawa spanduk, pembawa bendera KM ITB, tentunya korlap dan danlap aksi

Pukul 07.50, Mobilisasi dan bergabung dengan massa aksi UI di depan Psikologi
Dilakukan aksi pembuka di area, berupa upaca bendera dan orasi singkat dari perwakilan ITB dan UI untuk memanaskan massa dan sudah ada media yang meliput.

Pukul 10.00, Tiba di HI
Catatan penting : dalam perencanaan aksi harus ada orang yang benar-benar menguasai medan, minimal orang yang tinggal di Jakarta sebagai penujuk jalan.

Termasuk logistik, sebelum berangkat beberapa kali mempertanyakan kesiapan logistik seperti ToA, spanduk, bambu untuk bendera KM ITB. ya, semuanya dimulai dari pematangan perencanaan termasuk logistik

Pukul 10.15, Berkumpul di depan HI
Massa sudah membentangkan spanduk, dan barisan sudah mulai dibentuk. Aksi dari UI dan ITB dibuka dengan orasi awal

Persiapan orasi awalPersiapan orasi awal

Disini mulai gelisah sendiri,terlihat diseberang. berkumpul masyarakat, tukang beca, pedagang. Kami disini berteriak dan mereka tetap dengan aktivitasnya,

Pukul 10.25
Terjadi sesuatu yang menarik,ada media (asing) yang mengambil background massa aksi saat mewawanacra seseorang. jangan sampai ada pendomplengan media saat massa aksi, tegas pada media yang tidak jelas saat meliput. Kita membawa banyak massa dan saat diklaim bisa menjadi distorsi konten aksi.

Pukul 10.25, Bergabung Massa BEM SI
Kesepakatan awal, aksi hanya akan dilakukan oleh UI dan ITB saja, tetapi mendadak massa aksi dari berbagai elemen Universitas datang dan bergabung ke barisan yang sudah dibuat oleh UI dan ITB. Alhasil, semua korlap aksi dari masing-masing universitas bergabung untuk menyatukan teklap.

lagi,pembahasan teklap hanya memberikan gambaran umum

Massa aksi yang berkumpul bisa dibilang sangat banyak, estimasi masuk hingga 1000 massa

Bendera elemen mahasiswaBendera elemen mahasiswa

Pukul 10.30-11.50, Long March
Setelah melakukan penyepakatan dengan perwakilan BEM SI masalah teknis aksi dan barisan. Aksi dimulai denganlongmarch dari HI menuju monas.Selama perjalanan tidak henti-hentinya lagu perjuangan mahasiswa dinyanyikan, orasi diteriakkan

Catatan: massa aksi dengan jumlah yang massif mudah terprovokasi,apalagi saat border rusak. Tetap ingat masalah pengatasnamaan!

Prolog : Redefinisi Pergerakan Kemahasiswaan

mengapa prolog?

Banyak hal yang terlihat, realitas masyarakat, realitas kemahasiswaan dan realitas bangsa ini. Aksi kemarin (bagi penulis) adalah awal kegelisahan yang semakin menjadi tentang pergerakan. apakah aksi-aksi yang sekarang dinamai “aksi kreatif” itu memang sesatu yang beda? atau hanya kemasannya yang beda dengan isi yang sama? kita turun ke jalan lalu orasi lalu menyanyikan lagu kemahasiswaan dengan tambahan adanya properti baru, itukah “aksi kreatif’?

Apakah aksi kemarin berhasil? 

Bagi saya mungkin berhasil, karena tujuan saya terpenuhi. Melihat,memahami dan merasakan realita pergerakan kekinian.

Apakah berdampak?

Apakah?

Apakah?

ya, mungkin perlu ada redefinisi karena dulu dan sekarang itu berbeda. Dan berbeda bukan berarti tejebak oleh suatu hal yang terlihat baru tetapi citarasanya, sama.

Bandung , 22 Oktober 2014
 Muchammad Arya Zamal
13412100
Wakadiv Kajian Strategis MTI 
Kementrian Sosial Politik Kabinet KM ITB

Jurnal Aksi : Jakarta, 20 Oktober 2014

Unknown   at  05.53  No comments

Minggu ini berbeda, selain UTS yang memang selalu jadi topik utama, minggu ini berkesempatan mengkoordinir dua mobilisasi massa, Wisuda Oktober MTI 2014 dan Aksi di Jakarta 20-10-2014. dan tulisan ini hanya pandangan subjektif dari apa yang terlihat dan terekam oleh penulis

20 Oktober 2014, Pukul 00.00
Saya baru bergabung dengan massa aksi di selasar teh salman. Saat itu massa sedang melakukan sharing dengan Irul (HMS ‘11), sebelumnya massa berkumpul di darah Campus Center untuk briefing dan beberapa persiapan lainnya,

Pukul 00.50, Berangkat!

Pukul 04.30, Tiba di Mesjid Ukhwah Islamiyah UI
Setelah dilakukan pengabsenan, diketahui jumlah massa KM ITB yang turun aksi pada hari ini ada 79 massa. Digabung dengan massa yang sebelumnya sudah ada di Jakarta untuk melakuan konsolidasi awal (dipimpin oleh Presiden (saya kurang suka dengan sebutan K3M) KM ITB, Jeffry Giranza

Pukul 05.50, Konsolidasi 
Menuju Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UI untuk bertemu Korlap Aksi dar UI. Disini dilakukan penyatuan teknis lapangan awal dari ITB dan UI.
Teklap aksi yang disepakati bersama tidak detail,hanya memberikan gambaran umum apa yang dilakukan dilapangan dan beberapa penyepakatan

Pukul 06.50, Briefing Massa Aksi KM ITB
Briefing dipimpin langsung oleh Jeffry dan Upi (Menteri Sospol Kabinet KM ITB), penyamaan suhu tentang aksi,penjelasan teknis lapangan dan pembagian peran selama melakukan aksi

Briefing Massa Aksi KM ITBBriefing Massa Aksi KM ITB

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi perangkat aksi adalah, border (barikade),pembawa flyer,pembawa spanduk, pembawa bendera KM ITB, tentunya korlap dan danlap aksi

Pukul 07.50, Mobilisasi dan bergabung dengan massa aksi UI di depan Psikologi
Dilakukan aksi pembuka di area, berupa upaca bendera dan orasi singkat dari perwakilan ITB dan UI untuk memanaskan massa dan sudah ada media yang meliput.

Pukul 10.00, Tiba di HI
Catatan penting : dalam perencanaan aksi harus ada orang yang benar-benar menguasai medan, minimal orang yang tinggal di Jakarta sebagai penujuk jalan.

Termasuk logistik, sebelum berangkat beberapa kali mempertanyakan kesiapan logistik seperti ToA, spanduk, bambu untuk bendera KM ITB. ya, semuanya dimulai dari pematangan perencanaan termasuk logistik

Pukul 10.15, Berkumpul di depan HI
Massa sudah membentangkan spanduk, dan barisan sudah mulai dibentuk. Aksi dari UI dan ITB dibuka dengan orasi awal

Persiapan orasi awalPersiapan orasi awal

Disini mulai gelisah sendiri,terlihat diseberang. berkumpul masyarakat, tukang beca, pedagang. Kami disini berteriak dan mereka tetap dengan aktivitasnya,

Pukul 10.25
Terjadi sesuatu yang menarik,ada media (asing) yang mengambil background massa aksi saat mewawanacra seseorang. jangan sampai ada pendomplengan media saat massa aksi, tegas pada media yang tidak jelas saat meliput. Kita membawa banyak massa dan saat diklaim bisa menjadi distorsi konten aksi.

Pukul 10.25, Bergabung Massa BEM SI
Kesepakatan awal, aksi hanya akan dilakukan oleh UI dan ITB saja, tetapi mendadak massa aksi dari berbagai elemen Universitas datang dan bergabung ke barisan yang sudah dibuat oleh UI dan ITB. Alhasil, semua korlap aksi dari masing-masing universitas bergabung untuk menyatukan teklap.

lagi,pembahasan teklap hanya memberikan gambaran umum

Massa aksi yang berkumpul bisa dibilang sangat banyak, estimasi masuk hingga 1000 massa

Bendera elemen mahasiswaBendera elemen mahasiswa

Pukul 10.30-11.50, Long March
Setelah melakukan penyepakatan dengan perwakilan BEM SI masalah teknis aksi dan barisan. Aksi dimulai denganlongmarch dari HI menuju monas.Selama perjalanan tidak henti-hentinya lagu perjuangan mahasiswa dinyanyikan, orasi diteriakkan

Catatan: massa aksi dengan jumlah yang massif mudah terprovokasi,apalagi saat border rusak. Tetap ingat masalah pengatasnamaan!

Prolog : Redefinisi Pergerakan Kemahasiswaan

mengapa prolog?

Banyak hal yang terlihat, realitas masyarakat, realitas kemahasiswaan dan realitas bangsa ini. Aksi kemarin (bagi penulis) adalah awal kegelisahan yang semakin menjadi tentang pergerakan. apakah aksi-aksi yang sekarang dinamai “aksi kreatif” itu memang sesatu yang beda? atau hanya kemasannya yang beda dengan isi yang sama? kita turun ke jalan lalu orasi lalu menyanyikan lagu kemahasiswaan dengan tambahan adanya properti baru, itukah “aksi kreatif’?

Apakah aksi kemarin berhasil? 

Bagi saya mungkin berhasil, karena tujuan saya terpenuhi. Melihat,memahami dan merasakan realita pergerakan kekinian.

Apakah berdampak?

Apakah?

Apakah?

ya, mungkin perlu ada redefinisi karena dulu dan sekarang itu berbeda. Dan berbeda bukan berarti tejebak oleh suatu hal yang terlihat baru tetapi citarasanya, sama.

Bandung , 22 Oktober 2014
 Muchammad Arya Zamal
13412100
Wakadiv Kajian Strategis MTI 
Kementrian Sosial Politik Kabinet KM ITB
Continue Reading→

Senin, 27 Oktober 2014

Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.

Bukan tanpa sebab Susi cuma berijazah SMP. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang.

Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi memulai bisnisnya. Pada 1996 dia kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek "Susi Brand".

Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Walaupun hanya lulusan SMP, Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. 

Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.

Setelah ditunjuk jadi menteri, Susi khawatir tidak bisa lagi teriak seperti saat masih menjadi pengusaha.

"Satu hal saya khawatirkan, kalau saya jadi menteri, saya tak bisa teriak-teriak ke menteri lainnya. Now, I do not anymore," kata Susi saat konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (26/10).

Dia memang tidak menjelaskan rinci apa yang dimaksud. Namun bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan pengusaha. Dengan posisi dia saat ini, Susi menyadari tidak lagi bisa melakukan hal tersebut.

Ini penyebab Menteri Susi Pudjiastuti cuma berijazah SMP

Unknown   at  05.04  No comments

Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.

Bukan tanpa sebab Susi cuma berijazah SMP. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang.

Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi memulai bisnisnya. Pada 1996 dia kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek "Susi Brand".

Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Walaupun hanya lulusan SMP, Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. 

Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.

Setelah ditunjuk jadi menteri, Susi khawatir tidak bisa lagi teriak seperti saat masih menjadi pengusaha.

"Satu hal saya khawatirkan, kalau saya jadi menteri, saya tak bisa teriak-teriak ke menteri lainnya. Now, I do not anymore," kata Susi saat konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (26/10).

Dia memang tidak menjelaskan rinci apa yang dimaksud. Namun bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan pengusaha. Dengan posisi dia saat ini, Susi menyadari tidak lagi bisa melakukan hal tersebut.
Continue Reading→

Maruarar Sirait. Merdeka.com
Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait angkat bicara atas kegagalan mengisi pos Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo). Maruarar sebelumnya disebut-sebut calon kuat pos itu di kabinet Kerja Jokowi.

"Itu merupakan hak prerogatif presiden untuk memilih menteri-menterinya," kata Maruarar seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (26/10).

Maruarar mengaku telah berbicara banyak terkait hal itu bersama Presiden Joko Widodo seusai pembacaan pengumuman Kabinet Kerja periode 2014-2019. Dirinya menghargai keputusan yang diambil oleh Jokowi mengganti dirinya dengan Komisaris Independen PT Indosat, Rudiantara.

"Kita harus menghargai dan memberikan ucapan selamat bekerja kepada Kabinet Kerja demi Indonesia baru," terang dia.

Selain itu, dia mengharapkan agar menteri-menteri yang telah terpilih dapat membuktikan adanya perubahan Indonesia yang lebih baik ke depan. Ketua DPP PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa sebagai kader partai yang ideologis, dirinya akan tetap mendukung Jokowi selama menjalannya masa kepemimpinanannya.

Sebelumnya, ditemui usai pengumuman, Jokowi menjelaskan perihal posisi Maruarar. Meski tidak dimasukkan sebagai menteri, Jokowi bakal memberi posisi lain untuk koleganya tersebut.

"(Sebagai) kawan baik, kan banyak kementerian yang perlu saya tatar," kata Jokowi di Istana Merdeka.

Gagal jadi menteri Jokowi, ini kata Maruarar Sirait

Unknown   at  05.01  No comments

Maruarar Sirait. Merdeka.com
Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait angkat bicara atas kegagalan mengisi pos Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo). Maruarar sebelumnya disebut-sebut calon kuat pos itu di kabinet Kerja Jokowi.

"Itu merupakan hak prerogatif presiden untuk memilih menteri-menterinya," kata Maruarar seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (26/10).

Maruarar mengaku telah berbicara banyak terkait hal itu bersama Presiden Joko Widodo seusai pembacaan pengumuman Kabinet Kerja periode 2014-2019. Dirinya menghargai keputusan yang diambil oleh Jokowi mengganti dirinya dengan Komisaris Independen PT Indosat, Rudiantara.

"Kita harus menghargai dan memberikan ucapan selamat bekerja kepada Kabinet Kerja demi Indonesia baru," terang dia.

Selain itu, dia mengharapkan agar menteri-menteri yang telah terpilih dapat membuktikan adanya perubahan Indonesia yang lebih baik ke depan. Ketua DPP PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa sebagai kader partai yang ideologis, dirinya akan tetap mendukung Jokowi selama menjalannya masa kepemimpinanannya.

Sebelumnya, ditemui usai pengumuman, Jokowi menjelaskan perihal posisi Maruarar. Meski tidak dimasukkan sebagai menteri, Jokowi bakal memberi posisi lain untuk koleganya tersebut.

"(Sebagai) kawan baik, kan banyak kementerian yang perlu saya tatar," kata Jokowi di Istana Merdeka.
Continue Reading→

Kamis, 23 Oktober 2014

Siang itu sangat terik, tapi puluhan ribu orang rela membiarkan diri meraka terpapar panasnya matahari di jalanan ibukota Jakarta. Orang-orang disana berkumpul untuk satu alasan, merayakan pelantikan presiden terpilih republik Indonesia, Joko Widodo. Ribuan dagangan bahkan dijajakan gratis untuk masyarakat demi menyambut naiknya Joko Widodo menjadi Presiden ketujuh Indonesia. Sementara dalam hati mulai bertanya "Kenapa puluhan ribu orang ini rela berdesakan dan berpanas-panasan hanya demi melihat Presidennya beberapa detik saja?" Ah, mungkin Presiden kita kali ini begitu dicintai masyarakatnya sampai demikian. Semoga saja jawabannya memang seperti itu, dan bukan alasan lain seperti adanya pemberian 'sedikit' uang untuk pengerahan massa yang lazim terjadi saat masa-masa kampanye.

Semua larut dalam euforia, seakan presiden yang baru terpilih ini adalah juru selamat yang akan menghapuskan semua masalah mereka. Atau mungkin mereka larut dalam euforia, karena hari itu urusan perut dan kebutuhan mereka akan hiburan bisa tercukupi dengan makanan gratis dan konser rakyat yang tersedia. Semua seakan terlelap, bahwa di belahan lain Indonesia sangat banyak yang sirik dengan apa yang mereka lakukan di Jakarta dan justru merasa bahwa yang dilakukan itu hanya penghamburan belaka.

Tapi ternyata panasnya Ibu Kota dan limpahan makanan serta hiburan yang tersedia tidak membuat mahasiswa lupa.

Siang itu juga, rasanya ada lebih dari seribu mahasiswa rela turun ke jalan. Mengkritisi dilantiknya presiden Indonesia yang menurut mereka perayaannya hanya membuat masyarakat larut dalam euforia. Karena di belahan Indonesia lainnya, masih banyak masyarakat yang terancam kelaparan, kekurangan bahan bakar minyak, kesulitan untuk bersekolah dan lain sebagainya. Mereka lela berpanas-panasan, berteriak teriak hanya untuk menyadarkan masyarakat bahwa seharunya pelantikan Jokowi tidak hanya dijadikan momentum unutuk ber-euforia. Melainkan merefleksi diri, atas masalah-masalah berat yang akan dihadapi dan harus diselesaikan untuk pemerintahan Jokowi-JK.

Siang itu, ternyata masih banyak mahasiswa yang tidak apatis dan mau memikirkan nasib bangsa. Tak terkecuali massa dari kampus Ganesha. Ditengah pekan UTS dan praktikum yang tak pernah berhenti tercatat ada 79 orang mahasiswa ITB yang rela meninggalkan zona nyamannya untuk memperlihatkan rasa pedullinya terhadap Indonesia. Kampus yang selama ini terlihat tenang-tenang saja dalam menghadapi isu-isu nasional yang bergejolak, ternyata masih peduli terhadap negara dan masyarakatnya.



Mahasiswa-mahasiswa ini, semoga juga tidak hanya terlarut dalam euforia aksi dan sekedar semangat yang segera meluap setelah aksi selesai. Melainkan satu hal untuk menjaga idealisme mereka yang akan terus menerus dilakukan untuk kebaikan bangsa ini. Jangan lelap, mahasiswa. Jangan biarkan semangat bergerak yang sudah tertanam dalam hati semakin lama semakin padam. Karena saaat mahasiswa lelap, siapa lagi yang akan berada di sisi rakyat.

Lelap terus, dan kau pun dipuji sebagai bangsa terlembut didunia.Darahmu dihisap dan dagingmu dilahap sehingga hanya kulit tersisa. - H.O.S Tjokroaminoto

PELAKU SEJARAH , 20 OKTOBER 2014

Unknown   at  21.45  No comments

Siang itu sangat terik, tapi puluhan ribu orang rela membiarkan diri meraka terpapar panasnya matahari di jalanan ibukota Jakarta. Orang-orang disana berkumpul untuk satu alasan, merayakan pelantikan presiden terpilih republik Indonesia, Joko Widodo. Ribuan dagangan bahkan dijajakan gratis untuk masyarakat demi menyambut naiknya Joko Widodo menjadi Presiden ketujuh Indonesia. Sementara dalam hati mulai bertanya "Kenapa puluhan ribu orang ini rela berdesakan dan berpanas-panasan hanya demi melihat Presidennya beberapa detik saja?" Ah, mungkin Presiden kita kali ini begitu dicintai masyarakatnya sampai demikian. Semoga saja jawabannya memang seperti itu, dan bukan alasan lain seperti adanya pemberian 'sedikit' uang untuk pengerahan massa yang lazim terjadi saat masa-masa kampanye.

Semua larut dalam euforia, seakan presiden yang baru terpilih ini adalah juru selamat yang akan menghapuskan semua masalah mereka. Atau mungkin mereka larut dalam euforia, karena hari itu urusan perut dan kebutuhan mereka akan hiburan bisa tercukupi dengan makanan gratis dan konser rakyat yang tersedia. Semua seakan terlelap, bahwa di belahan lain Indonesia sangat banyak yang sirik dengan apa yang mereka lakukan di Jakarta dan justru merasa bahwa yang dilakukan itu hanya penghamburan belaka.

Tapi ternyata panasnya Ibu Kota dan limpahan makanan serta hiburan yang tersedia tidak membuat mahasiswa lupa.

Siang itu juga, rasanya ada lebih dari seribu mahasiswa rela turun ke jalan. Mengkritisi dilantiknya presiden Indonesia yang menurut mereka perayaannya hanya membuat masyarakat larut dalam euforia. Karena di belahan Indonesia lainnya, masih banyak masyarakat yang terancam kelaparan, kekurangan bahan bakar minyak, kesulitan untuk bersekolah dan lain sebagainya. Mereka lela berpanas-panasan, berteriak teriak hanya untuk menyadarkan masyarakat bahwa seharunya pelantikan Jokowi tidak hanya dijadikan momentum unutuk ber-euforia. Melainkan merefleksi diri, atas masalah-masalah berat yang akan dihadapi dan harus diselesaikan untuk pemerintahan Jokowi-JK.

Siang itu, ternyata masih banyak mahasiswa yang tidak apatis dan mau memikirkan nasib bangsa. Tak terkecuali massa dari kampus Ganesha. Ditengah pekan UTS dan praktikum yang tak pernah berhenti tercatat ada 79 orang mahasiswa ITB yang rela meninggalkan zona nyamannya untuk memperlihatkan rasa pedullinya terhadap Indonesia. Kampus yang selama ini terlihat tenang-tenang saja dalam menghadapi isu-isu nasional yang bergejolak, ternyata masih peduli terhadap negara dan masyarakatnya.



Mahasiswa-mahasiswa ini, semoga juga tidak hanya terlarut dalam euforia aksi dan sekedar semangat yang segera meluap setelah aksi selesai. Melainkan satu hal untuk menjaga idealisme mereka yang akan terus menerus dilakukan untuk kebaikan bangsa ini. Jangan lelap, mahasiswa. Jangan biarkan semangat bergerak yang sudah tertanam dalam hati semakin lama semakin padam. Karena saaat mahasiswa lelap, siapa lagi yang akan berada di sisi rakyat.

Lelap terus, dan kau pun dipuji sebagai bangsa terlembut didunia.Darahmu dihisap dan dagingmu dilahap sehingga hanya kulit tersisa. - H.O.S Tjokroaminoto
Continue Reading→

Sabtu, 11 Oktober 2014

Jokowi bertemu Dubes Amerika Latin dan Amerika Serikat.
Jokowi bertemu Dubes Amerika Latin dan Amerika Serikat

Beberapa pekan terakhir, kondisi pasar dalam negeri mengalami gangguan terimbas sentimen negatif panasnya suhu politik nasional. Persaingan perebutan kursi pimpinan DPR dan MPR, direspon negatif pelaku pasar dan investor.

Muncul kekhawatiran, program presiden terpilih Joko Widodo untuk lima tahun ke depan bakal dijegal oleh parlemen yang dikuasai kubu oposisi pemerintahan. Kepala ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan tidak menampik gejolak di pasar akibat gonjang ganjing perpolitikan nasional.

Namun yang lebih penting saat ini, pasar menanti sikap dan sentuhan kepemimpinan Jokowi. Dia menyebut, saat ini pasar tengah menunggu 3 hal dari kelanjutan drama politik yang telah terjadi di tanah air, dengan Jokowi sebagai pemain kunci. Salah satu yang bakal dinanti pasar adalah momentum pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014.

"Ada tiga hal yang dilihat pasar, pertama seberapa mulus pelantikan Jokowi," ujar Fauzi usai diskusi bertajuk 'Prediksi Ekonomi di tengah Polarisasi Politik Nasional' di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10).

Kedua, pasar serta investor bakal melihat seberapa akomodatif kabinet Jokowi terhadap politisi Koalisi Merah Putih. "Karena investor dan pelaku pasar pragmatis," tuturnya.

Ketiga, berkaitan langsung dengan perekonomian nasional. Apalagi kalau bukan strategi Jokowi membenahi pengelolaan anggaran subsidi yang selama ini dinilai menjadi beban negara. Jokowi sempat menyatakan bakal menaikkan harga BBM bersubsidi. Implementasi pernyataan itu yang ditunggu pelaku ekonomi.

"Investor menunggu keberanian Jokowi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi," tegasnya.

Tiga hal dari Jokowi yang ditunggu pelaku pasar dan investor

Unknown   at  07.40  No comments

Jokowi bertemu Dubes Amerika Latin dan Amerika Serikat.
Jokowi bertemu Dubes Amerika Latin dan Amerika Serikat

Beberapa pekan terakhir, kondisi pasar dalam negeri mengalami gangguan terimbas sentimen negatif panasnya suhu politik nasional. Persaingan perebutan kursi pimpinan DPR dan MPR, direspon negatif pelaku pasar dan investor.

Muncul kekhawatiran, program presiden terpilih Joko Widodo untuk lima tahun ke depan bakal dijegal oleh parlemen yang dikuasai kubu oposisi pemerintahan. Kepala ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan tidak menampik gejolak di pasar akibat gonjang ganjing perpolitikan nasional.

Namun yang lebih penting saat ini, pasar menanti sikap dan sentuhan kepemimpinan Jokowi. Dia menyebut, saat ini pasar tengah menunggu 3 hal dari kelanjutan drama politik yang telah terjadi di tanah air, dengan Jokowi sebagai pemain kunci. Salah satu yang bakal dinanti pasar adalah momentum pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014.

"Ada tiga hal yang dilihat pasar, pertama seberapa mulus pelantikan Jokowi," ujar Fauzi usai diskusi bertajuk 'Prediksi Ekonomi di tengah Polarisasi Politik Nasional' di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10).

Kedua, pasar serta investor bakal melihat seberapa akomodatif kabinet Jokowi terhadap politisi Koalisi Merah Putih. "Karena investor dan pelaku pasar pragmatis," tuturnya.

Ketiga, berkaitan langsung dengan perekonomian nasional. Apalagi kalau bukan strategi Jokowi membenahi pengelolaan anggaran subsidi yang selama ini dinilai menjadi beban negara. Jokowi sempat menyatakan bakal menaikkan harga BBM bersubsidi. Implementasi pernyataan itu yang ditunggu pelaku ekonomi.

"Investor menunggu keberanian Jokowi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi," tegasnya.
Continue Reading→

Kamis, 09 Oktober 2014

TRIBUNNEWS.COM/SRIHANDRIATMO MALAU
Kejelasan status hukum presiden terpilih Joko Widodo harus diperjelas sebelum pelantikan resmi pada 20 Oktober mendatang. Jika belum jelas statusnya pelantikan bisa ditunda.
Untuk diketahui nama presiden terpilih Joko Widodo santer disebut-sebut terkait kasus korupsi bus Trans Jakarta yang menjadikan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono menjadi tersangka. Kini kasusnya masih diselidiki oleh Kejaksaan Agung.
Selain itu nama Joko Widodo juga disebut-sebut terkait persoalan hukum penyaluran dana bantuan pendidikan masyarakat Solo, Jawa Tengah.
"Saya ini memikirkan sesuatu yang lebih besar untuk kepentingan bangsa. Presiden terpilih versi KPU ini kan masih terkait dengan beberapa kasus hukum. Nah ini harusnya diklarifikasi dulu dong. Indonesia ini kan bukan miliknya sekelompok orang," ujar Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri  usai bertemu Pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, jakarta, Kamis (9/10/2014).
Apabila seorang presiden memiliki masalah hukum kata Rachmawati hal tersebut justru akan membuat malu bangsa dan negara Indonesia.
"Kalau dalam dirinya sendiri saja kasus hukum masih belum jelas, kan kalau ada terlibat kasus korupsi itu kan memalukan harkat, martabat bangsa ini," ujarnya.
Tidak hanya Jokowi, adik kandung Megawati Soekarnoputri ini juga menyebut kasus-kasus hukum yang membelit Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK), ada persoalan hukum yang masih harus diselesaikan, yakni saat pembagian zakat pada Idul Fitri lalu di rumah JK di Makassar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Karena hal itu Rachmawati meminta pimpinan DPR RI memanggil ketua dan anggota Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kapolri terkait pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK).
"Kami meminta menunda pengambilan sumpah dan janji pasangan presiden dan wakil presiden yang ditetapkan KPU sebelum pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi yang disangkakan terhadap presiden terpilih dituntut dituntaskan secara hukum," kata Rachmawati.
"Kami juga meminta kepada ketua dan seluruh anggota DPR memanggil ketua KPU dan jajarannya untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pilpres 2014. Dan memanggil ketua dan anggota hakim konstitusi untuk menjelaskan perihal Keputusannya tentang perkara perselisihan hasil pilpres 2014," tambah Rachmawati.

Rachmawati Minta Pelantikan Presiden Ditunda karena Jokowi-JK Punya Masalah Hukum

Unknown   at  07.06  No comments

TRIBUNNEWS.COM/SRIHANDRIATMO MALAU
Kejelasan status hukum presiden terpilih Joko Widodo harus diperjelas sebelum pelantikan resmi pada 20 Oktober mendatang. Jika belum jelas statusnya pelantikan bisa ditunda.
Untuk diketahui nama presiden terpilih Joko Widodo santer disebut-sebut terkait kasus korupsi bus Trans Jakarta yang menjadikan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono menjadi tersangka. Kini kasusnya masih diselidiki oleh Kejaksaan Agung.
Selain itu nama Joko Widodo juga disebut-sebut terkait persoalan hukum penyaluran dana bantuan pendidikan masyarakat Solo, Jawa Tengah.
"Saya ini memikirkan sesuatu yang lebih besar untuk kepentingan bangsa. Presiden terpilih versi KPU ini kan masih terkait dengan beberapa kasus hukum. Nah ini harusnya diklarifikasi dulu dong. Indonesia ini kan bukan miliknya sekelompok orang," ujar Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri  usai bertemu Pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, jakarta, Kamis (9/10/2014).
Apabila seorang presiden memiliki masalah hukum kata Rachmawati hal tersebut justru akan membuat malu bangsa dan negara Indonesia.
"Kalau dalam dirinya sendiri saja kasus hukum masih belum jelas, kan kalau ada terlibat kasus korupsi itu kan memalukan harkat, martabat bangsa ini," ujarnya.
Tidak hanya Jokowi, adik kandung Megawati Soekarnoputri ini juga menyebut kasus-kasus hukum yang membelit Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK), ada persoalan hukum yang masih harus diselesaikan, yakni saat pembagian zakat pada Idul Fitri lalu di rumah JK di Makassar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Karena hal itu Rachmawati meminta pimpinan DPR RI memanggil ketua dan anggota Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kapolri terkait pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK).
"Kami meminta menunda pengambilan sumpah dan janji pasangan presiden dan wakil presiden yang ditetapkan KPU sebelum pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi yang disangkakan terhadap presiden terpilih dituntut dituntaskan secara hukum," kata Rachmawati.
"Kami juga meminta kepada ketua dan seluruh anggota DPR memanggil ketua KPU dan jajarannya untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pilpres 2014. Dan memanggil ketua dan anggota hakim konstitusi untuk menjelaskan perihal Keputusannya tentang perkara perselisihan hasil pilpres 2014," tambah Rachmawati.
Continue Reading→

Discussion

Archive

Gadgets

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

DAERAH

DAERAH

POLITIK

POLITIK

PERISTIWA

PERISTIWA

KESEHATAN

Health

About Us

PHOTOGRAPHY

PHOTOGRAPHY

SPORTS

SPORTS

Text Widget

© 2013 JABAR NEWS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.