All Stories

Senin, 16 Januari 2017

Foto Habib Rizieq Syihab
Imam besar FPI Habib Rizieq berceramah sebelum menggelar aksi turun ke jalan. Dia menuntut penegak hukum menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

"Hari ini kita berkumpul untuk menyampaikan kepada mereka agar mereka menegakkan keadilan. Ketidakadilan tidak boleh dibiarkan. Kita di sini tidak berunjuk rasa. Tapi melapor ke polisi, melapor ramai-ramai," kata Rizieq saat berceramah seusai salat duha di Masjid Al-Azhar, Jl Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Dia menyampaikan penegakan keadilan adalah amanat dari Nabi Muhammad SAW sejak berabad-abad yang lalu. Bila keadilan tidak ditegakkan, kata Rizieq, Tuhan Yang Maha Esa akan menghancurkan suatu bangsa.

"Kita tidak mau bangsa ini binasa, kita tidak mau negara ini binasa, karena kita cinta Indonesia," kata Rizieq.

Dia merasa pesannya lewat aksi bela Islam 1, 2, dan 3 untuk mendorong penegakan hukum belum ditangkap oleh penguasa. Kini FPI dan kawan-kawannya turun kembali ke jalan. Mereka tengah bersiap berunjuk rasa ke depan Gedung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Kalau orang-orang yang terhormat melakukan berbagai macam kesalahan, tidak ditegakkan hukum. Tapi ketika wong cilik, orang lemah, maka mereka diperiksa, mereka diadili, mereka ditangkap. Di mana keadilan itu, Saudara?" protes Rizieq.

Dalam pidatonya ini dia mengulas sejumlah topik. Misalnya topik perihal Bahtiar Nasir dari GNPF MUI yang diisukan menggalang dana untuk teroris di Suriah. Rizieq menyatakan isu itu tidak betul dan penyebaran isu tersebut dianggap sebagai tindakan biadab.

Dia juga menyinggung Panglima GNPF MUI Munarman yang kini dikorek-korek kesalahannya. Begitulah Rizieq merasakan kondisi belakangan ini.

Ada pula soal penolakan warga Dayak terhadap kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat. Menurutnya, aksi penolakan itu terjadi atas mobilisasi massa yang digerakkan kelompok tertentu, sebagaimana yang dialami Rizieq di Pontianak pada 2012.

Rizieq kemudian memaparkan perihal apa saja yang ingin dia laporkan dan dia tuntut. Ada sejumlah hal yang dia sebutkan. Pertama, soal pidato Megawati di pada 10 Januari lalu yang menurutnya menyinggung rukun iman umat Islam.

"Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!" kata Rizieq.

Kedua, soal lambang palu arit di uang baru Rp 100.000. FPI tidak bercanda dalam hal ini.

"Kami mau melapor ke Mabes Polri bahwa di uang baru ada lambang palu arit. Siapa yang mau dilaporkan? Gubernur BI dan Menteri Keuangan," kata dia. "Kedua, Direktur Perum Peruri (Percetakan Uang Negara Republik Indonesia)." 

Dia juga mendorong polisi mencari tahu siapa yang mendesain logo palu arit dalam uang itu. Sebagaimana diketahui, lambang palu arit diasosiasikan sebagai lambang komunisme. 

Ketiga, FPI akan melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, yang dianggap telah memprovokasi antarkelompok yang berdemo. Iriawan dianggapnya telah mengadu FPI dengan HMI.

"Kami mau laporkan waktu aksi 411 yang mengatakan kepada laskar FPI, 'Hantam habis itu HMI.' Apa boleh Kapolda memprovokasi masyarakat? Ini ada bukti videonya," kata Rizieq.

"Kapolda Metro Jaya harus diperiksa, kenapa mengadu domba antaranak bangsa," imbuhnya.

Keempat, FPI akan melaporkan kasus konflik kerusuhan di kawasan Jawa Barat pada 12 dan 13 Januari kemarin. Saat itu terjadi bentrokan setelah Rizieq diperiksa di Markas Polda Jawa Barat, kemudian mereka terlibat konflik dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Menurut FPI, kejadian ini dilatarbelakangi oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan, yang juga Ketua Dewan Pembina GMBI. Maka, Anton harus dicopot dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

"Kami akan laporkan juga Kapolda Jawa Barat karena telah mengerahkan preman untuk menyerang umat Islam," kata Rizieq.

Selain itu, mereka akan memasukkan laporan-laporan lainnya. Total ada 25 laporan yang dimasukkan FPI ke polisi. Meski demikian, Rizieq juga menyatakan sikap skeptis terhadap kepolisian.

"Saya bukan nggak percaya sama penegak hukum, tapi kurang percaya," kata Rizieq.

Kapolda Jabar Irjen Anton menyatakan keberadaannya di GMBI sesuai dengan prosedur. Pihak Bank Indonesia menyatakan lambang dalam uang itu bukanlah palu arit, melainkan lambang BI dalam bentuk rectoverso. Adapun Megawati belum berkomentar soal pidato yang dipermasalahkan FPI di atas.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3396850/ke-mabes-polri-fpi-akan-laporkan-kapolda-jabar-hingga-megawati

Total ada 25 laporan yang dimasukkan FPI ke polisi

Unknown   at  03.17  No comments

Foto Habib Rizieq Syihab
Imam besar FPI Habib Rizieq berceramah sebelum menggelar aksi turun ke jalan. Dia menuntut penegak hukum menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

"Hari ini kita berkumpul untuk menyampaikan kepada mereka agar mereka menegakkan keadilan. Ketidakadilan tidak boleh dibiarkan. Kita di sini tidak berunjuk rasa. Tapi melapor ke polisi, melapor ramai-ramai," kata Rizieq saat berceramah seusai salat duha di Masjid Al-Azhar, Jl Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Dia menyampaikan penegakan keadilan adalah amanat dari Nabi Muhammad SAW sejak berabad-abad yang lalu. Bila keadilan tidak ditegakkan, kata Rizieq, Tuhan Yang Maha Esa akan menghancurkan suatu bangsa.

"Kita tidak mau bangsa ini binasa, kita tidak mau negara ini binasa, karena kita cinta Indonesia," kata Rizieq.

Dia merasa pesannya lewat aksi bela Islam 1, 2, dan 3 untuk mendorong penegakan hukum belum ditangkap oleh penguasa. Kini FPI dan kawan-kawannya turun kembali ke jalan. Mereka tengah bersiap berunjuk rasa ke depan Gedung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Kalau orang-orang yang terhormat melakukan berbagai macam kesalahan, tidak ditegakkan hukum. Tapi ketika wong cilik, orang lemah, maka mereka diperiksa, mereka diadili, mereka ditangkap. Di mana keadilan itu, Saudara?" protes Rizieq.

Dalam pidatonya ini dia mengulas sejumlah topik. Misalnya topik perihal Bahtiar Nasir dari GNPF MUI yang diisukan menggalang dana untuk teroris di Suriah. Rizieq menyatakan isu itu tidak betul dan penyebaran isu tersebut dianggap sebagai tindakan biadab.

Dia juga menyinggung Panglima GNPF MUI Munarman yang kini dikorek-korek kesalahannya. Begitulah Rizieq merasakan kondisi belakangan ini.

Ada pula soal penolakan warga Dayak terhadap kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat. Menurutnya, aksi penolakan itu terjadi atas mobilisasi massa yang digerakkan kelompok tertentu, sebagaimana yang dialami Rizieq di Pontianak pada 2012.

Rizieq kemudian memaparkan perihal apa saja yang ingin dia laporkan dan dia tuntut. Ada sejumlah hal yang dia sebutkan. Pertama, soal pidato Megawati di pada 10 Januari lalu yang menurutnya menyinggung rukun iman umat Islam.

"Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!" kata Rizieq.

Kedua, soal lambang palu arit di uang baru Rp 100.000. FPI tidak bercanda dalam hal ini.

"Kami mau melapor ke Mabes Polri bahwa di uang baru ada lambang palu arit. Siapa yang mau dilaporkan? Gubernur BI dan Menteri Keuangan," kata dia. "Kedua, Direktur Perum Peruri (Percetakan Uang Negara Republik Indonesia)." 

Dia juga mendorong polisi mencari tahu siapa yang mendesain logo palu arit dalam uang itu. Sebagaimana diketahui, lambang palu arit diasosiasikan sebagai lambang komunisme. 

Ketiga, FPI akan melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, yang dianggap telah memprovokasi antarkelompok yang berdemo. Iriawan dianggapnya telah mengadu FPI dengan HMI.

"Kami mau laporkan waktu aksi 411 yang mengatakan kepada laskar FPI, 'Hantam habis itu HMI.' Apa boleh Kapolda memprovokasi masyarakat? Ini ada bukti videonya," kata Rizieq.

"Kapolda Metro Jaya harus diperiksa, kenapa mengadu domba antaranak bangsa," imbuhnya.

Keempat, FPI akan melaporkan kasus konflik kerusuhan di kawasan Jawa Barat pada 12 dan 13 Januari kemarin. Saat itu terjadi bentrokan setelah Rizieq diperiksa di Markas Polda Jawa Barat, kemudian mereka terlibat konflik dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Menurut FPI, kejadian ini dilatarbelakangi oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan, yang juga Ketua Dewan Pembina GMBI. Maka, Anton harus dicopot dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

"Kami akan laporkan juga Kapolda Jawa Barat karena telah mengerahkan preman untuk menyerang umat Islam," kata Rizieq.

Selain itu, mereka akan memasukkan laporan-laporan lainnya. Total ada 25 laporan yang dimasukkan FPI ke polisi. Meski demikian, Rizieq juga menyatakan sikap skeptis terhadap kepolisian.

"Saya bukan nggak percaya sama penegak hukum, tapi kurang percaya," kata Rizieq.

Kapolda Jabar Irjen Anton menyatakan keberadaannya di GMBI sesuai dengan prosedur. Pihak Bank Indonesia menyatakan lambang dalam uang itu bukanlah palu arit, melainkan lambang BI dalam bentuk rectoverso. Adapun Megawati belum berkomentar soal pidato yang dipermasalahkan FPI di atas.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3396850/ke-mabes-polri-fpi-akan-laporkan-kapolda-jabar-hingga-megawati
Continue Reading→

Bupati Bangkalan Muhammad Makmun Ibnu Fuad. maduracorner.com
Bangkalan - Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Makmun Ibnu Fuad, merombak total pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Jabatan kepala dinas banyak diisi orang-orang baru menggantikan pejabat lama yang digeser menjadi asisten atau staf ahli. Hanya Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah tetap diisi wajah lama. 

"Perubahan ini untuk penyegaran sekaligus peningkatan kinerja," kata Makmun Ibnu Fuad setelah melantik 104 pejabat eselon II dan III di gedung Rato Ebuh, Senin, 16 Januari 2017. 

Baca: Ganjar: Banyak Pejabat Jawa Tengah Belum Deklarasikan Harta

Banyak kalangan menilai rotasi pejabat yang dilakukan Makmun tidak sesuai keahlian. Dengan demikian, dikhawatirkan justru malah membuat program Bupati tidak terealisasi. Contohnya, penggantian Kepala Dinas PU dan Bina Marga dari Taufan Z.S. ke Roosli Haryono. Roosli dinilai minim pengalaman mengurus proyek. 

Namun Bupati Makmun punya pertimbangan sendiri merotasi pejabat. Dia mengatakan tidak hanya melihat keahlian pejabat, tapi juga niat dan kesanggupan untuk bekerja. "Niat mau bekerja juga tak kalah penting," ujarnya. 

Dia mencontohkan, Dinas Sosial Bangkalan, meski keilmuan kepala dinasnya di bidang sosial mumpuni, kinerjanya tidak sesuai yang dia harapkan. "Makanya banyak yang kami ganti agar ada penyegaran. Tidak baik satu pejabat terlalu lama memegang satu jabatan." 

Adapun menurut Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi, perombakan susunan pejabat itu punya tujuan lain, yaitu agar Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhindar dari sanksi akibat terlambat mengesahkan APBD 2017. "Pelantikan ini salah satu saran dari gubernur agar tidak kena sanksi," tuturnya. 

Saran lain, kata Imron, Bupati harus segera menyerahkan sejumlah asetnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti guru, siswa, dan gedung sekolah menengah kejuruan, serta sejumlah satuan kerja perangkat daerah yang pengelolaannya diambil alih Provinsi, seperti Dinas Pertambangan. "Ada satu saran lain, yaitu setelah ini Bupati harus melantik pejabat setingkat kepala bagian atau kepala seksi." 

MUSTHOFA BISRI

Alasan Kinerja Tak Maksimal, Bupati Bangkalan Mutasi Pejabat

Unknown   at  03.14  No comments

Bupati Bangkalan Muhammad Makmun Ibnu Fuad. maduracorner.com
Bangkalan - Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Makmun Ibnu Fuad, merombak total pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Jabatan kepala dinas banyak diisi orang-orang baru menggantikan pejabat lama yang digeser menjadi asisten atau staf ahli. Hanya Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah tetap diisi wajah lama. 

"Perubahan ini untuk penyegaran sekaligus peningkatan kinerja," kata Makmun Ibnu Fuad setelah melantik 104 pejabat eselon II dan III di gedung Rato Ebuh, Senin, 16 Januari 2017. 

Baca: Ganjar: Banyak Pejabat Jawa Tengah Belum Deklarasikan Harta

Banyak kalangan menilai rotasi pejabat yang dilakukan Makmun tidak sesuai keahlian. Dengan demikian, dikhawatirkan justru malah membuat program Bupati tidak terealisasi. Contohnya, penggantian Kepala Dinas PU dan Bina Marga dari Taufan Z.S. ke Roosli Haryono. Roosli dinilai minim pengalaman mengurus proyek. 

Namun Bupati Makmun punya pertimbangan sendiri merotasi pejabat. Dia mengatakan tidak hanya melihat keahlian pejabat, tapi juga niat dan kesanggupan untuk bekerja. "Niat mau bekerja juga tak kalah penting," ujarnya. 

Dia mencontohkan, Dinas Sosial Bangkalan, meski keilmuan kepala dinasnya di bidang sosial mumpuni, kinerjanya tidak sesuai yang dia harapkan. "Makanya banyak yang kami ganti agar ada penyegaran. Tidak baik satu pejabat terlalu lama memegang satu jabatan." 

Adapun menurut Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi, perombakan susunan pejabat itu punya tujuan lain, yaitu agar Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhindar dari sanksi akibat terlambat mengesahkan APBD 2017. "Pelantikan ini salah satu saran dari gubernur agar tidak kena sanksi," tuturnya. 

Saran lain, kata Imron, Bupati harus segera menyerahkan sejumlah asetnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti guru, siswa, dan gedung sekolah menengah kejuruan, serta sejumlah satuan kerja perangkat daerah yang pengelolaannya diambil alih Provinsi, seperti Dinas Pertambangan. "Ada satu saran lain, yaitu setelah ini Bupati harus melantik pejabat setingkat kepala bagian atau kepala seksi." 

MUSTHOFA BISRI
Continue Reading→

Minggu, 15 Januari 2017

Foto Debat Cagub DKI Jakarta
Hasrat tadi selangkah demi selangkah akan kita laksanakan untuk seluruhnya di ASLIA. Ber-awal dari Indonesia Sempit, itulah Indonesia kita. Ditambah dengan Semenanjung Malaka dan Kalimantan Utara yang berarti hidup atau mati untuk kita karena penting daerah itu untuk siasat Perang dan Perekonomian kita selain dari persamaan 100% dengan kita lahir dan batin.

Dengan cara sukarela dari kedua belah pihak, Indonesia Sempit akan mencoba mengadakan penggabungan ataupun kerja bersama dengan Philipina adalah daerah yang paling dekat dengan Indonesia Sempit dalam segala-galanya.

Empat atau lima ratus tahun yang lampau Philipina memang langsung menjadi bagian politik dari Indonesia kita ini. ( Sriwijaya, Majapahit, dan Kerajaan Kalimantan Utara ). Lambat laun dan dengan cara yang tulus dan ikhlas pula serta dengan cara saling pengertian, penggabungan ASLIA akan dilaksanakan kedalam daerah yang disebut Jembatan untuk Asia dan Australia, diantara Samudra Hindia dan Lautan Teduh. Diantara seluruh bangsa yang oleh para ahli dinamakan “Indonesians”   ( C.R. Logan dan Bastian ) atau juga disebut “Ocenia Mongols” adalah Tartaria Samudra ( oleh Hadion dan Smith ). Atau bangsa-bangsa yang menderita akibat Bumi, Iklim dan sejarah yang sama dan menunjukkan banyak persamaan pula dan akhirnya dalam hal perekonomian berhadapan dengan dunia luar sehingga membutuhkan satu perhubungan yang erat pula.

Dengan GABUNGAN ASLIA, yang sekarang diluar lautannya mempunyai daerah dataran kira-kira 3 juta miles-persegi dengan kira-kira berpenduduk 150 juta jiwa, bangsa Indonesia telah bisa memasuki badan Internasional yang hendaknya bisa meningkat menjadi 8-10 GABUNGAN RAKSASA dunia yang kita harapkan akan terbentuk. Dalam garis besarnya GABUNGAN RAKSASA itu lebih kurang yaitu:

Amerika Serikat dan Kanada kira-kira mempunyai wilayah 8 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk kira-kira 160 juta jiwa. Tiongkok dengan luas wilayah 4,5 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 400 juta jiwa, Sovyet Rusia mempunyai wilayah lebih kurang 9 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, Penduduk Eropa Barat dengan luas wilayah 3,75 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 350 juta jiwa,dan selanjutnya Hindustan dan Iran ( Indo-Iran ), Afrika dalam satu atau dua gabungan, Amerika Selatan jika ingin berdiri sendiri. Dengan 8-10 GABUNGAN RAKSASA didunia itu yang masing-masing dapat berdiri sendiri dalam hal Ekonomi, yang boleh diharapkan satu sama lain akan saling menghormati, karena Jago atau Anjing-besar jarang sekali berkelahi dengan lawannya yang sama besar, yang satu akan berdamai dengan yang lainnya untuk kebutuhan masing-masing, behubungan pula karena tiap-tiap anggota Gabungan akan mendapat bahan baku yang lebih kurang cukup untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri. Keamanan, Kemakmuran dan akhirnya Persatuan Dunia akan bisa terjamin.

PARI memang tidak percaya, bahwa perdamaian dunia itu akan bisa kekal, kalau dipegang oleh tiga atau empat negara besar saja, selama disampingnya masih ada negara-negara yang dijajah secara langsung maupun tidak langsung dan banyak pula negara kecil yang diluar Gabungan, Jajahan, Dominion, Mandat dan lain-lain bentuk penjajahan Cuma menimbulkan dendam-kemarahan dipihak yang dijajah dan timbul rasa Cemburu, Iri Hati kepada negara besar yang tidak mempunyai pasar yang dapat dimonopoli oleh negara Ibu ( Induk / negara Besar ) itu. Negara kecil yang tidak bisa berdiri sendiri dalam politik dan ekonomi itu akan terpaksa mencari kawan-kawan kesana dan kemari dan dijadikan “Kawan” oleh negara besar ini atau itu. Semua akan menimbulkan Kecurigaan, Kecemburuan, Permusuhan dan akhirnya Peperangan Dunia lagi.

Cuma badan Internasional yang terdiri dari GABUNGAN RAKSASA seperti diatas yang berdasarkan Kemerdekaan, Persamaaan, Self-Effisieny ( bisa berdri sendiri dalam perekonomian ) yang bisa menjamin perdamaian sebaik-baiknya dan selama-lamanya kalau dibandingkan dengan macam badan Internasional yang berbeda corak mana-pun juga.

Perhubungan yang semakin hari akan semakin rapat antara Manusia dan Manusia, Bangsa dan Bangsa juga dalam Politik, Ekonomi dan Kebudayaan kelak selangkah demi selangkah akan mengadakan Internasionalisme yang berdasarkan keaneka ragaman yang Bersatu-Padu ( Homogen ). Lihat “PARI dan Internasionalisme”.

SUASANA DAN KEADAAN BARU

Unknown   at  05.29  No comments

Foto Debat Cagub DKI Jakarta
Hasrat tadi selangkah demi selangkah akan kita laksanakan untuk seluruhnya di ASLIA. Ber-awal dari Indonesia Sempit, itulah Indonesia kita. Ditambah dengan Semenanjung Malaka dan Kalimantan Utara yang berarti hidup atau mati untuk kita karena penting daerah itu untuk siasat Perang dan Perekonomian kita selain dari persamaan 100% dengan kita lahir dan batin.

Dengan cara sukarela dari kedua belah pihak, Indonesia Sempit akan mencoba mengadakan penggabungan ataupun kerja bersama dengan Philipina adalah daerah yang paling dekat dengan Indonesia Sempit dalam segala-galanya.

Empat atau lima ratus tahun yang lampau Philipina memang langsung menjadi bagian politik dari Indonesia kita ini. ( Sriwijaya, Majapahit, dan Kerajaan Kalimantan Utara ). Lambat laun dan dengan cara yang tulus dan ikhlas pula serta dengan cara saling pengertian, penggabungan ASLIA akan dilaksanakan kedalam daerah yang disebut Jembatan untuk Asia dan Australia, diantara Samudra Hindia dan Lautan Teduh. Diantara seluruh bangsa yang oleh para ahli dinamakan “Indonesians”   ( C.R. Logan dan Bastian ) atau juga disebut “Ocenia Mongols” adalah Tartaria Samudra ( oleh Hadion dan Smith ). Atau bangsa-bangsa yang menderita akibat Bumi, Iklim dan sejarah yang sama dan menunjukkan banyak persamaan pula dan akhirnya dalam hal perekonomian berhadapan dengan dunia luar sehingga membutuhkan satu perhubungan yang erat pula.

Dengan GABUNGAN ASLIA, yang sekarang diluar lautannya mempunyai daerah dataran kira-kira 3 juta miles-persegi dengan kira-kira berpenduduk 150 juta jiwa, bangsa Indonesia telah bisa memasuki badan Internasional yang hendaknya bisa meningkat menjadi 8-10 GABUNGAN RAKSASA dunia yang kita harapkan akan terbentuk. Dalam garis besarnya GABUNGAN RAKSASA itu lebih kurang yaitu:

Amerika Serikat dan Kanada kira-kira mempunyai wilayah 8 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk kira-kira 160 juta jiwa. Tiongkok dengan luas wilayah 4,5 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 400 juta jiwa, Sovyet Rusia mempunyai wilayah lebih kurang 9 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, Penduduk Eropa Barat dengan luas wilayah 3,75 juta miles-persegi dengan jumlah penduduk 350 juta jiwa,dan selanjutnya Hindustan dan Iran ( Indo-Iran ), Afrika dalam satu atau dua gabungan, Amerika Selatan jika ingin berdiri sendiri. Dengan 8-10 GABUNGAN RAKSASA didunia itu yang masing-masing dapat berdiri sendiri dalam hal Ekonomi, yang boleh diharapkan satu sama lain akan saling menghormati, karena Jago atau Anjing-besar jarang sekali berkelahi dengan lawannya yang sama besar, yang satu akan berdamai dengan yang lainnya untuk kebutuhan masing-masing, behubungan pula karena tiap-tiap anggota Gabungan akan mendapat bahan baku yang lebih kurang cukup untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri. Keamanan, Kemakmuran dan akhirnya Persatuan Dunia akan bisa terjamin.

PARI memang tidak percaya, bahwa perdamaian dunia itu akan bisa kekal, kalau dipegang oleh tiga atau empat negara besar saja, selama disampingnya masih ada negara-negara yang dijajah secara langsung maupun tidak langsung dan banyak pula negara kecil yang diluar Gabungan, Jajahan, Dominion, Mandat dan lain-lain bentuk penjajahan Cuma menimbulkan dendam-kemarahan dipihak yang dijajah dan timbul rasa Cemburu, Iri Hati kepada negara besar yang tidak mempunyai pasar yang dapat dimonopoli oleh negara Ibu ( Induk / negara Besar ) itu. Negara kecil yang tidak bisa berdiri sendiri dalam politik dan ekonomi itu akan terpaksa mencari kawan-kawan kesana dan kemari dan dijadikan “Kawan” oleh negara besar ini atau itu. Semua akan menimbulkan Kecurigaan, Kecemburuan, Permusuhan dan akhirnya Peperangan Dunia lagi.

Cuma badan Internasional yang terdiri dari GABUNGAN RAKSASA seperti diatas yang berdasarkan Kemerdekaan, Persamaaan, Self-Effisieny ( bisa berdri sendiri dalam perekonomian ) yang bisa menjamin perdamaian sebaik-baiknya dan selama-lamanya kalau dibandingkan dengan macam badan Internasional yang berbeda corak mana-pun juga.

Perhubungan yang semakin hari akan semakin rapat antara Manusia dan Manusia, Bangsa dan Bangsa juga dalam Politik, Ekonomi dan Kebudayaan kelak selangkah demi selangkah akan mengadakan Internasionalisme yang berdasarkan keaneka ragaman yang Bersatu-Padu ( Homogen ). Lihat “PARI dan Internasionalisme”.
Continue Reading→

Sabtu, 14 Januari 2017

Foto Anies saat debat cagub pilkada DKI
Saya agak kaget melihat kualitas berpikir Prof. Dr. Anies Baswedan yg rendah sekali saat ia mempermasalahkan penggusuran warga dari bantaran sungai atau kali. Kesan yang ia tampilkan adalah *haram hukumnya menggeser warga, walaupun warga melanggar  Perda DKI karena warga sudah lama tinggal di bantaran sungai.*

Kesan selanjutnya adalah Pemda DKI melanggar HAM dan tidak manusiawi karena hanya asal gusur saja sehingga menyengsarakan warga. *Ini pendidikan politik yang menyesatkan sebab mereka yang digusur justru direlokasi ke tempat tinggal yang lebih manusiawi.*

Cukup menyedihkan, seorang mantan Menteri Pendidikan tidak mengerti bahwa walaupun sudah lama warga tinggal di bantaran sungai, hal itu tetap saja salah karena melanggar aturan dan justru tidak manusiawi bila Pemda tidak memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak dan sehat. *Siapapun yang jadi Gubernur yg waras, harus merelokasi warga yang tinggal di lokasi yang tidak manusiawi.*

Seharusnya Prof. Anies bertanya tentang efektifitas program relokasi itu, bukan malah membela warga yang tidak paham aturan. Mantan Menteri Pendidikan ini *memberikan pendidikan yang salah kepada warga Jakarta.*Pantas saja Ahok katakan debat berikut harus lebih berkualitas. Artinya berdebat secara mendidik, bukan membodohi warga atau membela kebodohan dengan tujuan mencari simpati dari kelompok warga yang  tak paham aturan.

Sikap Prof. Anies itu agak mengejutkan saya sebab Anies yang saya kenal dekat biasanya tidak seperti itu cara pandangnya. Saya kenal Anies sebagai cendekiawan yang cukup arif dan berwawasan luas. *Pilkada DKI telah mengerdilkan kepakaran dan kearifan Prof. Anies*. 

Ketika menyinggung prostitusi di Alexis, Anies sebetulnya melempar boomerang. Saat ia duduk di kursi Mendiknas, ia justru tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi prostitusi, bahkan ia gagal memasukkan usulan BNN untuk memasukkan pendidikan antinarkoba ke dalam kurikulum sekolah. 
*Intiya, paslon penantang petahana harus mampu menyodorkan konsep yang lebih baik daripada yang sudah dijalankan oleh petahana, bukan sekadar mengkritik secara tidak berbobot dan memberikan pendidikan politik yang tidak mendidik.*Jadi, mestinya adu konsep dan berikan solusi yang lebih baik, bukan sekadar memikat pemirsa dengan argumen yang tidak berkualitas dan tidak mendidik.

*Agus tampil cukup memukau dari segi Show atau penguasaan pentas.* Tapi masih teoritis dan kurang hati2 dari segi ketelitian data dan angka. Ia perlu lebih cermat dalam debat berikut agar argumennya tidak menjadi boomerang. Sebab bila tiga program bantuannya dijalankan maka akan menyedot sekitar Rp51,169 triliun padahal APBD DKI hanya Rp67,160 triliun, lalu belanja rutin birokrasi serta program lainnya dibiayai dengan apa? 

Ambisi Agus-Silvy utk *luncurkan Kartu Jakarta Satu juga terkesan aneh sebab sudah ada program Pemda bernama Jakarta One yang sudah direstui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan akan segera digulirkan.*Itu sebabnya Ahok nyengir dan katakan paslon 1 tidak mengerti aturan keuangan Pemerintah. 

Secara obyektif, seperti dalam pertandingan tinju, paslon penantang harus bisa memukul petahana sampai jatuh tersungkur alias KO, sebab kalau hanya kumpul angka, maka mereka tak bisa merebut sabuk juara. Ini yang belum tampak dari kubu para penantang Ahok. Paslon penantang harus bisa pukul telak secara upper cut ke dagu atau melepaskan hook kiri kanan ke kepala juara bertahan baru bisa tumbangkan dia. Ibaratnya seperti itu. Kalau hanya jab-jab ringan, tak akan bisa goyahkan petinju pro yang bermental juara.

*Kuncinya adalah tampil dengan strategi dan konsep yang lebih meyakinkan. Kalau hanya teori dan kritik, maka tak mudah mengalahkan petahana.*

Demikian observasi komentator tinju dari sudut ring Pilkada DKI...

Salah Didik Mantan Menteri Pendidikan

Unknown   at  23.40  No comments

Foto Anies saat debat cagub pilkada DKI
Saya agak kaget melihat kualitas berpikir Prof. Dr. Anies Baswedan yg rendah sekali saat ia mempermasalahkan penggusuran warga dari bantaran sungai atau kali. Kesan yang ia tampilkan adalah *haram hukumnya menggeser warga, walaupun warga melanggar  Perda DKI karena warga sudah lama tinggal di bantaran sungai.*

Kesan selanjutnya adalah Pemda DKI melanggar HAM dan tidak manusiawi karena hanya asal gusur saja sehingga menyengsarakan warga. *Ini pendidikan politik yang menyesatkan sebab mereka yang digusur justru direlokasi ke tempat tinggal yang lebih manusiawi.*

Cukup menyedihkan, seorang mantan Menteri Pendidikan tidak mengerti bahwa walaupun sudah lama warga tinggal di bantaran sungai, hal itu tetap saja salah karena melanggar aturan dan justru tidak manusiawi bila Pemda tidak memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak dan sehat. *Siapapun yang jadi Gubernur yg waras, harus merelokasi warga yang tinggal di lokasi yang tidak manusiawi.*

Seharusnya Prof. Anies bertanya tentang efektifitas program relokasi itu, bukan malah membela warga yang tidak paham aturan. Mantan Menteri Pendidikan ini *memberikan pendidikan yang salah kepada warga Jakarta.*Pantas saja Ahok katakan debat berikut harus lebih berkualitas. Artinya berdebat secara mendidik, bukan membodohi warga atau membela kebodohan dengan tujuan mencari simpati dari kelompok warga yang  tak paham aturan.

Sikap Prof. Anies itu agak mengejutkan saya sebab Anies yang saya kenal dekat biasanya tidak seperti itu cara pandangnya. Saya kenal Anies sebagai cendekiawan yang cukup arif dan berwawasan luas. *Pilkada DKI telah mengerdilkan kepakaran dan kearifan Prof. Anies*. 

Ketika menyinggung prostitusi di Alexis, Anies sebetulnya melempar boomerang. Saat ia duduk di kursi Mendiknas, ia justru tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi prostitusi, bahkan ia gagal memasukkan usulan BNN untuk memasukkan pendidikan antinarkoba ke dalam kurikulum sekolah. 
*Intiya, paslon penantang petahana harus mampu menyodorkan konsep yang lebih baik daripada yang sudah dijalankan oleh petahana, bukan sekadar mengkritik secara tidak berbobot dan memberikan pendidikan politik yang tidak mendidik.*Jadi, mestinya adu konsep dan berikan solusi yang lebih baik, bukan sekadar memikat pemirsa dengan argumen yang tidak berkualitas dan tidak mendidik.

*Agus tampil cukup memukau dari segi Show atau penguasaan pentas.* Tapi masih teoritis dan kurang hati2 dari segi ketelitian data dan angka. Ia perlu lebih cermat dalam debat berikut agar argumennya tidak menjadi boomerang. Sebab bila tiga program bantuannya dijalankan maka akan menyedot sekitar Rp51,169 triliun padahal APBD DKI hanya Rp67,160 triliun, lalu belanja rutin birokrasi serta program lainnya dibiayai dengan apa? 

Ambisi Agus-Silvy utk *luncurkan Kartu Jakarta Satu juga terkesan aneh sebab sudah ada program Pemda bernama Jakarta One yang sudah direstui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan akan segera digulirkan.*Itu sebabnya Ahok nyengir dan katakan paslon 1 tidak mengerti aturan keuangan Pemerintah. 

Secara obyektif, seperti dalam pertandingan tinju, paslon penantang harus bisa memukul petahana sampai jatuh tersungkur alias KO, sebab kalau hanya kumpul angka, maka mereka tak bisa merebut sabuk juara. Ini yang belum tampak dari kubu para penantang Ahok. Paslon penantang harus bisa pukul telak secara upper cut ke dagu atau melepaskan hook kiri kanan ke kepala juara bertahan baru bisa tumbangkan dia. Ibaratnya seperti itu. Kalau hanya jab-jab ringan, tak akan bisa goyahkan petinju pro yang bermental juara.

*Kuncinya adalah tampil dengan strategi dan konsep yang lebih meyakinkan. Kalau hanya teori dan kritik, maka tak mudah mengalahkan petahana.*

Demikian observasi komentator tinju dari sudut ring Pilkada DKI...
Continue Reading→

PARI yang didirikan oleh almarhum Subakat, Jamaludin Tamim dan Tan Malaka di Bangkok pada bulan Juni 1927, dalam keadaan dan penderitaan yang bagaimanapun juga, tidak menghentikan usaha untuk melaksanakan hasrat selama 18 tahun itu, perlu kini kita memperbaharui hasratnya itu. Suasana dan keadaan dunia akan berhubungan dengan perubahan itulah namanya PARI, sekarang yang mengandung arti yang lebih luas dan lebih dalam.

PARI yang asli adalah kependekan dari Partai Republik Indonesia, PARI sebagai nama akan terus dipakai, kalau Cuma untuk menghormati almarhum Subakat yang memilih nama itu, dan meninggal dalam Bui Belanda karena mempertahankan PARI. Lagipula PARI sudah cukup dikenal sebagai Partai Bawah Tanah ( Illegal ) di jaman Belanda, yang mana tidak sedikit pemimpinnya yang dibuang ke Digul atau dipenjara didalam atau diluar negara.

Akhirnya, tetapi tidak kurang pentingnya nama itu sesuai dengan suasana dan keadaan baru. Berhubung dengan ini, maka PARI mengandung arti yang lebih dalam, ialah PROLETARIS ASLIA REPUBLIK INTERNASIONAL.

Jadi wataknya PARI tetap Proletaris seperti sediakala dan daerahnya tetap pula Internasional seperti dahulu, tetapi daerahnya sudah bertambah luas, daerahnya sekarang adalah daerah yang cocok dengan penyelidikan para ahli yang bersandarkan atas Ilmu Bumi dan Ilmu Bangsa ( Ethnology, Science of ……….), serta akhirnya cocok pula dengan kepentingan Perekonomian.

ASLIA ialah perkataan buatan kita sendiri sebagai gabungan dari suku kata perkataan ASIA dan AUSTRALIA. Yang digabungkan ialah permulaan kata ASIA dan suku akhirnya AUSTRALIA.

Syahdan ASLIA itu meliputi daerah Birma, Thai, Annam, Philipina, Semenanjung Malaya, seterusnya Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Sunda kecil dan akhirnya Australia Panas. Bagian Australia yang kita maksudkan itu luasnya kira-kira 1/3 dari keseluruhan wilayah Australia.

Adapun Australia putih itu sekarang diduduki oleh bangsa Eropa yang adalah keturunan orang-orang hukuman yang dipindahkan oleh kerajaan Inggris diwaktu lampau. Bangsa Pindahan ini seperti juga di Amerika membinasakan, lebih kurang memusnahkan bangsa Australia Asli dan peperangan lahir dan batin yang tiada henti-hentinya, diseluruh Australia Putih yang luasnya lebih kurang 1/3 pula dari seluruh dataran Australia yang luasnya 3 juta miles persegi itu. Dijaman gelap gulita ( Primitive ), lama sebelum sejarah tertulis dimulai, maka menurut penyelidikan Ilmu Pasti Asia, Indonesia dan Australia memang bersatu. Begitu-lah pula daerahnya bangsa Australia Asli, yang beberapa puluh ribu itu masih mengembara disana-sini, banyak masih mengalir kedalam badan Indonesia kita. Di Australia Panas, bangsa kulit putih tidak dapat tidak bisa hidup berkembang turun-menurun. Tetapi di Australia Sejuk bagian selatan, mereka bisa berkembang turun-menurun, selain itu persamaan antara Indonesia dengan Australia seperti yang sudah disebut diatas, maka ada lagi persamaan penting, persamaan penting ini meliputi pula Birma, Thai, Annam, Semenanjung Malaka, Kalimantan Utara serta akhirnya Philipina.

Seluruh ASLIA amat rapat dipengaruhi oleh iklim yang sama ialah panas dan dikendalikan oleh gerakan angin yang tetap teratur tiap-tiap tahun adalah angin moeson yang termahsyur itu, dipengaruhi musim yang berkuasa diseluruh ASLIA yang hawanya terus panas itu., dari tahun-ketahun dan dari abad-keabad, maka bangsa Indonesia sebagai paduan dari beberapa bangsa di ASLIA itu dalam hakekatnya beralat-perkakas, berekonomi, bersosial, berpolitik dan berjiwa ( paham keamanan dan perasaan ) dan berhasrat ataupun berimpian yang tidak berbeda satu sama lainnya. Pendek kata seluruh ASLIA kini dalam segala cara penghidupan berada dalam keadaan yang ber-samaan dan suasana serta keadaan dunia setelah perang dunia II ini membutuhkan pergabungan dan kerjasama. ( Bacalah nanti buku “ASLIA BERGABUNG” oleh Tan Malaka ).

PARI dahulu : PARTAI REPUBLIK INDONESIA

Unknown   at  05.27  No comments

PARI yang didirikan oleh almarhum Subakat, Jamaludin Tamim dan Tan Malaka di Bangkok pada bulan Juni 1927, dalam keadaan dan penderitaan yang bagaimanapun juga, tidak menghentikan usaha untuk melaksanakan hasrat selama 18 tahun itu, perlu kini kita memperbaharui hasratnya itu. Suasana dan keadaan dunia akan berhubungan dengan perubahan itulah namanya PARI, sekarang yang mengandung arti yang lebih luas dan lebih dalam.

PARI yang asli adalah kependekan dari Partai Republik Indonesia, PARI sebagai nama akan terus dipakai, kalau Cuma untuk menghormati almarhum Subakat yang memilih nama itu, dan meninggal dalam Bui Belanda karena mempertahankan PARI. Lagipula PARI sudah cukup dikenal sebagai Partai Bawah Tanah ( Illegal ) di jaman Belanda, yang mana tidak sedikit pemimpinnya yang dibuang ke Digul atau dipenjara didalam atau diluar negara.

Akhirnya, tetapi tidak kurang pentingnya nama itu sesuai dengan suasana dan keadaan baru. Berhubung dengan ini, maka PARI mengandung arti yang lebih dalam, ialah PROLETARIS ASLIA REPUBLIK INTERNASIONAL.

Jadi wataknya PARI tetap Proletaris seperti sediakala dan daerahnya tetap pula Internasional seperti dahulu, tetapi daerahnya sudah bertambah luas, daerahnya sekarang adalah daerah yang cocok dengan penyelidikan para ahli yang bersandarkan atas Ilmu Bumi dan Ilmu Bangsa ( Ethnology, Science of ……….), serta akhirnya cocok pula dengan kepentingan Perekonomian.

ASLIA ialah perkataan buatan kita sendiri sebagai gabungan dari suku kata perkataan ASIA dan AUSTRALIA. Yang digabungkan ialah permulaan kata ASIA dan suku akhirnya AUSTRALIA.

Syahdan ASLIA itu meliputi daerah Birma, Thai, Annam, Philipina, Semenanjung Malaya, seterusnya Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Sunda kecil dan akhirnya Australia Panas. Bagian Australia yang kita maksudkan itu luasnya kira-kira 1/3 dari keseluruhan wilayah Australia.

Adapun Australia putih itu sekarang diduduki oleh bangsa Eropa yang adalah keturunan orang-orang hukuman yang dipindahkan oleh kerajaan Inggris diwaktu lampau. Bangsa Pindahan ini seperti juga di Amerika membinasakan, lebih kurang memusnahkan bangsa Australia Asli dan peperangan lahir dan batin yang tiada henti-hentinya, diseluruh Australia Putih yang luasnya lebih kurang 1/3 pula dari seluruh dataran Australia yang luasnya 3 juta miles persegi itu. Dijaman gelap gulita ( Primitive ), lama sebelum sejarah tertulis dimulai, maka menurut penyelidikan Ilmu Pasti Asia, Indonesia dan Australia memang bersatu. Begitu-lah pula daerahnya bangsa Australia Asli, yang beberapa puluh ribu itu masih mengembara disana-sini, banyak masih mengalir kedalam badan Indonesia kita. Di Australia Panas, bangsa kulit putih tidak dapat tidak bisa hidup berkembang turun-menurun. Tetapi di Australia Sejuk bagian selatan, mereka bisa berkembang turun-menurun, selain itu persamaan antara Indonesia dengan Australia seperti yang sudah disebut diatas, maka ada lagi persamaan penting, persamaan penting ini meliputi pula Birma, Thai, Annam, Semenanjung Malaka, Kalimantan Utara serta akhirnya Philipina.

Seluruh ASLIA amat rapat dipengaruhi oleh iklim yang sama ialah panas dan dikendalikan oleh gerakan angin yang tetap teratur tiap-tiap tahun adalah angin moeson yang termahsyur itu, dipengaruhi musim yang berkuasa diseluruh ASLIA yang hawanya terus panas itu., dari tahun-ketahun dan dari abad-keabad, maka bangsa Indonesia sebagai paduan dari beberapa bangsa di ASLIA itu dalam hakekatnya beralat-perkakas, berekonomi, bersosial, berpolitik dan berjiwa ( paham keamanan dan perasaan ) dan berhasrat ataupun berimpian yang tidak berbeda satu sama lainnya. Pendek kata seluruh ASLIA kini dalam segala cara penghidupan berada dalam keadaan yang ber-samaan dan suasana serta keadaan dunia setelah perang dunia II ini membutuhkan pergabungan dan kerjasama. ( Bacalah nanti buku “ASLIA BERGABUNG” oleh Tan Malaka ).
Continue Reading→

Foto: Lindsey Brown/CNN 
Lihatlah foto bayi kembar ini. Kedua bayi yang sedang tidur itu tampak begitu mempesona. Keduanya juga tampak sehat. Namun di balik foto mempesona itu ada cerita sedih. Seperti apa?

Bayi kembar laki-laki dan perempuan tersebut lahir pada 17 Desember 2016 dari pasangan Lyndsay dan Matthew Brentlinger. Sebelumnya dokter memprediksi salah satu dari bayi tersebut akan lahir mati karena ditemukan adanya kelainan.

Prediksi itu tak terbukti karena kedua bayi lahir dalam keadaan hidup. Mata keduanya lebar dan sepintas tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun ternyata bayi laki-laki yang bernama William mengalami kelainan jantung.

Karena kondisinya, William diperkirakan tidak akan berumur panjang. Seorang teman pasangan suami istri itu lantas memberikan hadiah Natal dengan mendatangkan fotografer lokal untuk mengabadikan momen tak terlupakan si kembar.

Sebenarnya cukup sulit mencari fotografer saat menjelang Natal. Maklum, kebanyakan orang sudah bersiap-siap liburan. Namun Lindsey Brown dari Lindsey Brown Photography yang mendengar bahwa salah satu bayi kemungkinan tidak berumur panjang, segera menyanggupi untuk melakukan pemotretan.

Kata Lindsey, saat melihat kedua bayi tersebut, semua tampak sehat dan sempurna. "William lebih banyak melek dan seolah-olah tidak mau melewatkan semua momen. Sementara Reagan (bayi yang satu) lebih banyak tidur dan nyaris tidak membuka matanya," ujarnya, dikutip dari CNN.

Salah satu foto hasil jepretan Lindsay memperlihatkan William dan Reagan yang sedang tidur. William mengenakan semacam kupluk sementara Reagan memakai bando. Keduanya sedang memejamkan mata dan dibalut selimut putih.

Beberapa hari setelah pemotretan dilakukan, William meninggal. Dia mengembuskan napas terakhir di usianya yang baru 11 hari. Meski sedih kehilangan salah satu anaknya, namun sang ayah, Matthew tetap bersyukur diberi kesempatan 11 hari bersama William.

Foto-foto jepretan Lindsey, sambung Matthew, akan menjadi kenang-kenangan tersendiri. Foto-foto itu akan mengingatkan dirinya akan sosok William yang ceria dengan matanya yang bening.

Sumber : https://health.detik.com/read/2017/01/14/145530/3396081/763/kisah-sedih-di-balik-foto-mempesona-sepasang-bayi-kembar?_ga=1.247568837.335753795.1481186781

Kisah Sedih di Balik Foto Mempesona Sepasang Bayi Kembar

Unknown   at  04.53  No comments

Foto: Lindsey Brown/CNN 
Lihatlah foto bayi kembar ini. Kedua bayi yang sedang tidur itu tampak begitu mempesona. Keduanya juga tampak sehat. Namun di balik foto mempesona itu ada cerita sedih. Seperti apa?

Bayi kembar laki-laki dan perempuan tersebut lahir pada 17 Desember 2016 dari pasangan Lyndsay dan Matthew Brentlinger. Sebelumnya dokter memprediksi salah satu dari bayi tersebut akan lahir mati karena ditemukan adanya kelainan.

Prediksi itu tak terbukti karena kedua bayi lahir dalam keadaan hidup. Mata keduanya lebar dan sepintas tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun ternyata bayi laki-laki yang bernama William mengalami kelainan jantung.

Karena kondisinya, William diperkirakan tidak akan berumur panjang. Seorang teman pasangan suami istri itu lantas memberikan hadiah Natal dengan mendatangkan fotografer lokal untuk mengabadikan momen tak terlupakan si kembar.

Sebenarnya cukup sulit mencari fotografer saat menjelang Natal. Maklum, kebanyakan orang sudah bersiap-siap liburan. Namun Lindsey Brown dari Lindsey Brown Photography yang mendengar bahwa salah satu bayi kemungkinan tidak berumur panjang, segera menyanggupi untuk melakukan pemotretan.

Kata Lindsey, saat melihat kedua bayi tersebut, semua tampak sehat dan sempurna. "William lebih banyak melek dan seolah-olah tidak mau melewatkan semua momen. Sementara Reagan (bayi yang satu) lebih banyak tidur dan nyaris tidak membuka matanya," ujarnya, dikutip dari CNN.

Salah satu foto hasil jepretan Lindsay memperlihatkan William dan Reagan yang sedang tidur. William mengenakan semacam kupluk sementara Reagan memakai bando. Keduanya sedang memejamkan mata dan dibalut selimut putih.

Beberapa hari setelah pemotretan dilakukan, William meninggal. Dia mengembuskan napas terakhir di usianya yang baru 11 hari. Meski sedih kehilangan salah satu anaknya, namun sang ayah, Matthew tetap bersyukur diberi kesempatan 11 hari bersama William.

Foto-foto jepretan Lindsey, sambung Matthew, akan menjadi kenang-kenangan tersendiri. Foto-foto itu akan mengingatkan dirinya akan sosok William yang ceria dengan matanya yang bening.

Sumber : https://health.detik.com/read/2017/01/14/145530/3396081/763/kisah-sedih-di-balik-foto-mempesona-sepasang-bayi-kembar?_ga=1.247568837.335753795.1481186781
Continue Reading→

Rabu, 11 Januari 2017

Sidangahok buniyani saksipalsu peradilan kepseribu fakta dan data penistaanagama fitnah Sidang Ahok semakin berbelit dan tidak jelas juntrungannya. Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum tidak jelas latar belakang dan skema pelaporannya, menyalahi kapasitas sebagai Saksi fakta bukan sebagai saksi ahli dan lain sebagainya. Keterangan yang mereka hadirkan sering menyalahi BAP. Ketimpangan pernyataan ini menunjukkan saksi yang dihadirkan tidak kredibel dan terlalu menggebu-mennggebu menjadi saksi yang memberatkan karena sentimen berlebihan terhadap Terdakwa, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Hal unik sekaligus konyol yang harus selalu kita ingat adalah semua saksi yang melaporkan Ahok tidak ada yang hadir di pidato Ahok pada 27 September di Kepulauan Seribu. Mereka hanya melihat unggahan video bahkan ada yang melaporkan berdasarkan share video di grup Whatsapp. Di antara para saksi tersebut (untungnya) tidak ada yang mengaku melaporkan berdasarkan video unggahan Buni Yani, namun kata-kata yang ada di video Buni Yani masih digunakan sebagai bahan kesaksian. Ironi bukan?

Tabligh akbar Aa Gym di masdjid Jsmi al Makmuriah di Pulau Pramukan Kepulauan Seribu berlangsung lancar pada hari Senin, 9 Januari 2017 dari jam 13.15 hingga jam 16.00 dihadiri sekitar 3000 pengunjung dari P Pramuka dan pulau pulau sekitarnya. Dengan spirit keagamaan masyarakat Kepulauan Seribu yang demikian, nampaknya mereka yang akan menjadi saksi kejadian akan memberikan kesaksian yang jujur. Sebab para saksi itu sangat memahami bahwa memberikan kesaksian palsu merupakan salah satu dosa besar bagi orang yang beriman.

Kesasian  masyarakat Kepulauan Seribu di luar sidang yang selama ini di viralkan di sosial media akan menjadi hal hoax lagi, dan keskasian merka kemungkinan 100 % sama dengan kesaksian pelapor yang dilandaskan dari video yang diunggah pemerintahan provinsi DKI di media sosial youtube. Artinya alat bukti saksi akan terbukti secara syah dan meyakinkan.  Vonis tindak pidana Ahok hanyalah tinggal satu kata bukti lagi bisa berupa keterangan ahli, surat ataupun alat bukti petunjuk, yang semuanya akan menuju vonis hakim untuk Ahok akan kesalahan atas tindak pidana penistaan agama akan secara sah dan meyakinkan terbukti.

Dengan menganggap ahok secara sah dan terbukti sebagai penistaan agama dan di vonis, sejenak mari kita membandingkanya dengan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pimpinan pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Senin (26/12), karena diduga melecehkan umat Kristen melalui isi ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, berdasarkan tayangan video yang diunggah oleh SR melalui akun Twitter dan AF melalui akun Instagramnya.
"Dalam bahasa dia (Rizieq Shihab), menurut kami, dia mencela (melalui kata-kata) 'Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa'," ungkap Angelius.

Beberapa hari terakhir Rizieq yang mendaklarasikan FPI tahun 1998 diterpa isu akan dijemput paksa oleh kepolisian, hal ini terkait isu penghinaan Pancasila yang menyeret namanya. Pada pemanggilan pertama, Habib Rizieq yang pernah bersekolah di SMP Kristen Bethel Petamburan tak hadir dengan alasan sakit pada Kamis 5 Januari 2017 lalu. Kapolri, Jendral Tito Karnavian mengatakan jika panggilan pertama dan kedua tidak dihadiri maka yang bersangkutan akan dijemput paksa.

Mengikuti banyaknya isu Rizieq dituding juga sebagai biang keladinya Ahok menjadi terdakwa penistaan agama ini memang menjadi target para pendukung Ahok. Namun sejauh ini belum tersentuh hukum.  Kiprahnya dinilai menguntungkan bagi  kompetitor Ahok dalam Pilkada DKI yang menarik Anies Baswedan, cagub DKI mengunjungi markas FPI. Mudah diduga, kunjungan tersebut sebagai sinyal merangkul Rizieq terkait pendulangan suara pemilih.

Jangan memilih pemimpin kafir yang dihembuskan Rizieq ini berhasil memancing Ahok mengelurkan statemen yang kemudian menjadi masalah hukum sebaliknya statemen Rizieq juga dipermasalahkan melalui kepolisian. Namun yang paling menarik disini, Rizieq berlatar belakang pendidikan lembaga Kristen.  Sehingga kuat kemungkinan, jalur agama digunakan untuk kepentingan politik dan memang kenyataannya demikian, aksi massa Islam mengancam karier politik Ahok.

Adakah kaitan antara kasus yang menimpa calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan pelaporan Rizieq yang pada  era pemerintahan SBY pernah divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni?

                                      
Jhon Mejer Purba (Mahasiswa Sarjana ITB)

Ketua Cabang di HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bandung

Vonis Ahok bebaskan Rizieq seandainya Hukum berpihak!

Unknown   at  04.42  No comments

Sidangahok buniyani saksipalsu peradilan kepseribu fakta dan data penistaanagama fitnah Sidang Ahok semakin berbelit dan tidak jelas juntrungannya. Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum tidak jelas latar belakang dan skema pelaporannya, menyalahi kapasitas sebagai Saksi fakta bukan sebagai saksi ahli dan lain sebagainya. Keterangan yang mereka hadirkan sering menyalahi BAP. Ketimpangan pernyataan ini menunjukkan saksi yang dihadirkan tidak kredibel dan terlalu menggebu-mennggebu menjadi saksi yang memberatkan karena sentimen berlebihan terhadap Terdakwa, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Hal unik sekaligus konyol yang harus selalu kita ingat adalah semua saksi yang melaporkan Ahok tidak ada yang hadir di pidato Ahok pada 27 September di Kepulauan Seribu. Mereka hanya melihat unggahan video bahkan ada yang melaporkan berdasarkan share video di grup Whatsapp. Di antara para saksi tersebut (untungnya) tidak ada yang mengaku melaporkan berdasarkan video unggahan Buni Yani, namun kata-kata yang ada di video Buni Yani masih digunakan sebagai bahan kesaksian. Ironi bukan?

Tabligh akbar Aa Gym di masdjid Jsmi al Makmuriah di Pulau Pramukan Kepulauan Seribu berlangsung lancar pada hari Senin, 9 Januari 2017 dari jam 13.15 hingga jam 16.00 dihadiri sekitar 3000 pengunjung dari P Pramuka dan pulau pulau sekitarnya. Dengan spirit keagamaan masyarakat Kepulauan Seribu yang demikian, nampaknya mereka yang akan menjadi saksi kejadian akan memberikan kesaksian yang jujur. Sebab para saksi itu sangat memahami bahwa memberikan kesaksian palsu merupakan salah satu dosa besar bagi orang yang beriman.

Kesasian  masyarakat Kepulauan Seribu di luar sidang yang selama ini di viralkan di sosial media akan menjadi hal hoax lagi, dan keskasian merka kemungkinan 100 % sama dengan kesaksian pelapor yang dilandaskan dari video yang diunggah pemerintahan provinsi DKI di media sosial youtube. Artinya alat bukti saksi akan terbukti secara syah dan meyakinkan.  Vonis tindak pidana Ahok hanyalah tinggal satu kata bukti lagi bisa berupa keterangan ahli, surat ataupun alat bukti petunjuk, yang semuanya akan menuju vonis hakim untuk Ahok akan kesalahan atas tindak pidana penistaan agama akan secara sah dan meyakinkan terbukti.

Dengan menganggap ahok secara sah dan terbukti sebagai penistaan agama dan di vonis, sejenak mari kita membandingkanya dengan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pimpinan pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Senin (26/12), karena diduga melecehkan umat Kristen melalui isi ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, berdasarkan tayangan video yang diunggah oleh SR melalui akun Twitter dan AF melalui akun Instagramnya.
"Dalam bahasa dia (Rizieq Shihab), menurut kami, dia mencela (melalui kata-kata) 'Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa'," ungkap Angelius.

Beberapa hari terakhir Rizieq yang mendaklarasikan FPI tahun 1998 diterpa isu akan dijemput paksa oleh kepolisian, hal ini terkait isu penghinaan Pancasila yang menyeret namanya. Pada pemanggilan pertama, Habib Rizieq yang pernah bersekolah di SMP Kristen Bethel Petamburan tak hadir dengan alasan sakit pada Kamis 5 Januari 2017 lalu. Kapolri, Jendral Tito Karnavian mengatakan jika panggilan pertama dan kedua tidak dihadiri maka yang bersangkutan akan dijemput paksa.

Mengikuti banyaknya isu Rizieq dituding juga sebagai biang keladinya Ahok menjadi terdakwa penistaan agama ini memang menjadi target para pendukung Ahok. Namun sejauh ini belum tersentuh hukum.  Kiprahnya dinilai menguntungkan bagi  kompetitor Ahok dalam Pilkada DKI yang menarik Anies Baswedan, cagub DKI mengunjungi markas FPI. Mudah diduga, kunjungan tersebut sebagai sinyal merangkul Rizieq terkait pendulangan suara pemilih.

Jangan memilih pemimpin kafir yang dihembuskan Rizieq ini berhasil memancing Ahok mengelurkan statemen yang kemudian menjadi masalah hukum sebaliknya statemen Rizieq juga dipermasalahkan melalui kepolisian. Namun yang paling menarik disini, Rizieq berlatar belakang pendidikan lembaga Kristen.  Sehingga kuat kemungkinan, jalur agama digunakan untuk kepentingan politik dan memang kenyataannya demikian, aksi massa Islam mengancam karier politik Ahok.

Adakah kaitan antara kasus yang menimpa calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan pelaporan Rizieq yang pada  era pemerintahan SBY pernah divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni?

                                      
Jhon Mejer Purba (Mahasiswa Sarjana ITB)

Ketua Cabang di HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bandung
Continue Reading→

Discussion

Archive

Gadgets

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

DAERAH

DAERAH

POLITIK

POLITIK

PERISTIWA

PERISTIWA

KESEHATAN

Health

About Us

PHOTOGRAPHY

PHOTOGRAPHY

SPORTS

SPORTS

Text Widget

© 2013 JABAR NEWS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.