All Stories

Kamis, 15 Desember 2016

Acara penutupan Pesta Rondang Bittang (PRB) dengan menggelar acara Haroan Bolon (gotong royong) dan tortor sombah, akan dihadiri 8 ribu warga. Acara itu akan menjadi puncak acara sekaligus penerimaan penghargaan MURI kepada Pemkab Simalungun.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Simalungun Karshell Sitanggang mengungkapkan, acara pesta akbar budaya Simalungun ini harus dapat menunjukkan jati diri Simalungun dengan menghargai budaya itu.
Dengan perkiraan 200 orang utusan tiap kecamatan, maka seluruh Simalungun akan mencapai 6 ribu pengunjunjung. Ditambah kehadiran seluruh PNS serta warga sekitar, jumlah pengunjung Haroan Bolon akan mencapai 8 ribu atau bahkan bisa mencapai 10 ribu.

“Besar harapan panitia, karena ini momen pegelaran budaya, semua peserta diharapkan menggunakan pakaian adat Simalungun. Inilah budaya Simalungun dikumandangkan. Artinya, acara ini diharapkan tidak sekedar acara seremoni belaka, tapi harus menggali nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan, acara Haroan Bolon akan dilaksanakan hari ini Jumat (28/6). Haroan Bolon dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan termasuk di pusat pemerintahan di Pematang Raya.
Menurut Mixnon, persembahan Tortor Sombah dengan perkiraan peserta 10 ribu nantinya akan mendapat penghargaan rekor MURI. Jika hanya 8 ribu peserta juga sudah masuk kategori rekor MURI.

”Dengan acara budaya ini, diharapkan akan muncul semangat menggali nilai-nilai budaya. Awalnya PRB disebut ‘Pesta Pariama’ (pesta muda-mudi) yang biasa dilaksanakan setelah panen raya. Sedangkan Haroan Bolon diartikan sebagai gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati budaya Simalungun Januarinson Saragih mengatakan, masyarakat Simalungun diharapkan dapat berpartisipasi dalam pesta budaya Simalungun. Karena ini momennya acara budaya, sangat diharapkan seluruh perserta menggunakan pakaian budaya, sehingga benar-benar terlihat bahwa acara ini adalah acara budaya.

“PRB dan Haroan Bolon merupakan pesta budaya Simalungun, peserta juga harus menggunakan pakaian adat Simalungun. Sesuai warisan budaya leluhur Simalungun, laki-laki menggunakan gotong, hadang-hadang suri-suri sibirong dan marabit ragi santik.

Sementara perempuan mengenakan bulang, marhatirongga dan marabit hatirongga dan kalau ada assesoris lainnya juga akan semakin memperkaya acara penutupan PRB,” ujarnya.
Menurut Januarinson, bersama panitia akan dilakukan seleksi tegas terhadap peserta yang tidak menggunakan pakaian adat Simalungun. “Pakaian adat Simalungun akan menjadi tiket masuk menuju perayaan Haroan Bolon nantinya,” ujar Januarinson. (rah)

sumber: http://www.metrosiantar.com/2013/8-ribu-warga-simalungun-tampilkan-tortor-sombah/

8 Ribu Warga Simalungun Tampilkan Tortor Sombah

Unknown   at  23.56  No comments

Acara penutupan Pesta Rondang Bittang (PRB) dengan menggelar acara Haroan Bolon (gotong royong) dan tortor sombah, akan dihadiri 8 ribu warga. Acara itu akan menjadi puncak acara sekaligus penerimaan penghargaan MURI kepada Pemkab Simalungun.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Simalungun Karshell Sitanggang mengungkapkan, acara pesta akbar budaya Simalungun ini harus dapat menunjukkan jati diri Simalungun dengan menghargai budaya itu.
Dengan perkiraan 200 orang utusan tiap kecamatan, maka seluruh Simalungun akan mencapai 6 ribu pengunjunjung. Ditambah kehadiran seluruh PNS serta warga sekitar, jumlah pengunjung Haroan Bolon akan mencapai 8 ribu atau bahkan bisa mencapai 10 ribu.

“Besar harapan panitia, karena ini momen pegelaran budaya, semua peserta diharapkan menggunakan pakaian adat Simalungun. Inilah budaya Simalungun dikumandangkan. Artinya, acara ini diharapkan tidak sekedar acara seremoni belaka, tapi harus menggali nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan, acara Haroan Bolon akan dilaksanakan hari ini Jumat (28/6). Haroan Bolon dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan termasuk di pusat pemerintahan di Pematang Raya.
Menurut Mixnon, persembahan Tortor Sombah dengan perkiraan peserta 10 ribu nantinya akan mendapat penghargaan rekor MURI. Jika hanya 8 ribu peserta juga sudah masuk kategori rekor MURI.

”Dengan acara budaya ini, diharapkan akan muncul semangat menggali nilai-nilai budaya. Awalnya PRB disebut ‘Pesta Pariama’ (pesta muda-mudi) yang biasa dilaksanakan setelah panen raya. Sedangkan Haroan Bolon diartikan sebagai gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati budaya Simalungun Januarinson Saragih mengatakan, masyarakat Simalungun diharapkan dapat berpartisipasi dalam pesta budaya Simalungun. Karena ini momennya acara budaya, sangat diharapkan seluruh perserta menggunakan pakaian budaya, sehingga benar-benar terlihat bahwa acara ini adalah acara budaya.

“PRB dan Haroan Bolon merupakan pesta budaya Simalungun, peserta juga harus menggunakan pakaian adat Simalungun. Sesuai warisan budaya leluhur Simalungun, laki-laki menggunakan gotong, hadang-hadang suri-suri sibirong dan marabit ragi santik.

Sementara perempuan mengenakan bulang, marhatirongga dan marabit hatirongga dan kalau ada assesoris lainnya juga akan semakin memperkaya acara penutupan PRB,” ujarnya.
Menurut Januarinson, bersama panitia akan dilakukan seleksi tegas terhadap peserta yang tidak menggunakan pakaian adat Simalungun. “Pakaian adat Simalungun akan menjadi tiket masuk menuju perayaan Haroan Bolon nantinya,” ujar Januarinson. (rah)

sumber: http://www.metrosiantar.com/2013/8-ribu-warga-simalungun-tampilkan-tortor-sombah/
Continue Reading→

Tiga pahlawan lingkungan di Sumatera Utara (Sumut) mengembalikan berbagai penghargaan yang mereka peroleh sebagai bentruk protes kerusakan lingkungan di Danau Toba. Termasuk yang dikembalikan itu dua penghargaan Kalpataru dari Presiden RI.

Mereka yang mengembalikan penghargaan itu, masing-masing Marandus Sirait, Hasoloan Manik, dan Wimar Simanjorang. Pengembalian dilakukan dalam bentuk aksi bersama yang dilakukan di Taman Beringin, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (2/8/2013).

Penghargaan yang dikembalikan itu antara lain dua Kalpataru, yang diperoleh Marandus Sirait untuk kategori Perintis Lingkungan pada tahun 2005 dan yang diperoleh Hasoloan Manik selaku Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (Pilihi) dalam kategori penyelamat lingkungan pada tahun 2010.

Sementara Wilmar E Simanjorang mengembalikan Danau Toba Award yang diterimanya pada tahun 2011 dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam selaku Ketua Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba.
Selain itu ada berbagai piagam dan penghargaan lain yang dikembalikan ketiganya, termasuk penghargaan Wana Lestari yang diterima Simanjorang dari Menteri Lingkungan Hidup Zulkifli Hasan pada tahun 2011.

Marandus Sirait menyatakan pemulangan pernghargaan ini merupakan bentuk keprihatinan mereka karena tidak adanya upaya pemerintah mengatasi kerusakan lingkungan di sekitar Danau Toba. Hutan yang dirusak semakin lebar, dan sehingga mengancam kelestarian danau itu dan mengancam keberadaan masyarakat di sekitarnya.

"Kerusakan itu terus terjadi sampai saat ini, dan pemerintah tidak melakukan apapun untuk mengatasinya," kata Sirait.

Semua penghargaan itu akan dikembalikan kepada pemberinya masing-masing. Penghargaan dari Gubernur Sumut dikembalikan hari ini juga ke Kantor Gubernur, sementara penghargaan dari Menteri dan Presiden akan diantarkan langsung ke Jakarta.

"Jika pemerintah tetap tidak berbuat apa-apa, maka 13 penerima Kalpataru asal Sumut, juga berencana mengembalikan penghargaan itu kepada pemerintah," kata Sirait.

sumber: http://news.detik.com/read/2013/08/02/112643/2322444/10/protes-kerusakan-danau-toba-3-pahlawan-lingkungan-kembalikan-kalpataru

Protes Kerusakan Danau Toba, 3 Pahlawan Lingkungan Kembalikan Kalpataru

Unknown   at  23.52  No comments

Tiga pahlawan lingkungan di Sumatera Utara (Sumut) mengembalikan berbagai penghargaan yang mereka peroleh sebagai bentruk protes kerusakan lingkungan di Danau Toba. Termasuk yang dikembalikan itu dua penghargaan Kalpataru dari Presiden RI.

Mereka yang mengembalikan penghargaan itu, masing-masing Marandus Sirait, Hasoloan Manik, dan Wimar Simanjorang. Pengembalian dilakukan dalam bentuk aksi bersama yang dilakukan di Taman Beringin, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (2/8/2013).

Penghargaan yang dikembalikan itu antara lain dua Kalpataru, yang diperoleh Marandus Sirait untuk kategori Perintis Lingkungan pada tahun 2005 dan yang diperoleh Hasoloan Manik selaku Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (Pilihi) dalam kategori penyelamat lingkungan pada tahun 2010.

Sementara Wilmar E Simanjorang mengembalikan Danau Toba Award yang diterimanya pada tahun 2011 dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam selaku Ketua Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba.
Selain itu ada berbagai piagam dan penghargaan lain yang dikembalikan ketiganya, termasuk penghargaan Wana Lestari yang diterima Simanjorang dari Menteri Lingkungan Hidup Zulkifli Hasan pada tahun 2011.

Marandus Sirait menyatakan pemulangan pernghargaan ini merupakan bentuk keprihatinan mereka karena tidak adanya upaya pemerintah mengatasi kerusakan lingkungan di sekitar Danau Toba. Hutan yang dirusak semakin lebar, dan sehingga mengancam kelestarian danau itu dan mengancam keberadaan masyarakat di sekitarnya.

"Kerusakan itu terus terjadi sampai saat ini, dan pemerintah tidak melakukan apapun untuk mengatasinya," kata Sirait.

Semua penghargaan itu akan dikembalikan kepada pemberinya masing-masing. Penghargaan dari Gubernur Sumut dikembalikan hari ini juga ke Kantor Gubernur, sementara penghargaan dari Menteri dan Presiden akan diantarkan langsung ke Jakarta.

"Jika pemerintah tetap tidak berbuat apa-apa, maka 13 penerima Kalpataru asal Sumut, juga berencana mengembalikan penghargaan itu kepada pemerintah," kata Sirait.

sumber: http://news.detik.com/read/2013/08/02/112643/2322444/10/protes-kerusakan-danau-toba-3-pahlawan-lingkungan-kembalikan-kalpataru
Continue Reading→

Perancang busana Merdi Sihombing kembali mengingatkan bahwa Indonesia kaya akan budaya. Selain batik, Merdi akan memamerkan kain tradisional yang kini menjadi kebanggaan Tanah Air, seperti tenun, songket, ulos dan lainnya.
Hal itu dituangkannya lewat sebuah karya atas nama leluhur “Travel in Cloth, Partonun Ulos” yang digelar di Galeri Nasional Jakarta, mulai 19 Juli-16 Agustus 2013.
Pameran ini menampilkan revitalisasi 40 kain ulos dengan ciri khas, filosofi dan nilai tradisi yang terjaga dengan pewarnaan alam alami.
Merdi membaginya lewat kain tekstil untuk fashion dan tekstil modern yang di-printing dan disesuaikan konsep aslinya melalui modifikasi motif-motif tua dan tradisional.
Ia ingin menunjukkan keanekaragaman Batak lewat kain tenun. Selain kain, ada seni patung seperti Sigale-gale, ukiran, parsanggul nan ganjang (sanggul nan tinggi), dan lainnya yang sudah hampir punah dan sulit ditemukan.
“Ini pameran ulos episode pertama saya sebagai Batak yang berkolaborasi dengan seniman. Kenapa hampir punah, karena ada tanggapan sebagian orang yang menganggap benda-benda kuno mengandung pemujaan setan dan harus dimusnahkan. Padahal sebenarnya tidak. Ini merupakan seni budaya warisan leluhur yang seharusnya dijaga kelestariannya,” ungkap Merdi.
Ia berharap lewat pameran tersebut dapat membawa Indonesia ke kancah yang lebih luas lagi. Apalagi Merdi tergolong dasainer yang suka menabrak-nabrakan rambu agar menghasilkan karya unik dengan mengangkat komunitas industri kreatif.
Ulos yang dikenakan masyarakat Batak termasuk yang kurang dikenal masyarakat luas. Oleh karena itu, jebolan Seni Rupa jurusan Kriya Tekstil IKJ ini menggunakan pendekatan lain mengenalkan ulos.

Filosofi
Sadar ulos harus dapat memenuhi selera masyarakat tanpa meninggalkan filosofi, Merdi mengolah ulos ke dalam warna-warna baru, dan benang yang lebih lembut.
Beragam ulos di Sumatra Utara, seolah dikembalikan Merdi dengan gaya masa kini tanpa meninggalkan filosofi dan ciri khasnya. Merdi mengolah ulos ke dalam warna-warna baru berbahan pewarna alam.
Modifikasi komposisi motif ulos Merdi menjadi lebih menarik dengan pengganti manik alam, seperti penggunaan kristal Swarovski ataupun mutiara.
“Karya-karya kita bisa diperhitungkan dengan membuat suatu produk yang dilirik dunia yang dibungkus dengan kreativitas. Alam dijaga dengan eko produknya. Produk ini yang perlu dipertahankan. Saya terpacu melakukan sebuah riset. Kerja dengan para komunitas ini yang harus dipertahankan pemerintah,” tutup Merdi. [H-15]

sumber: http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/127056-merdi-sihombing-pamerkan-tenun-ulos.html

PARTUNON ULOS : Merdi Sihombing Pamerkan Tenun Ulos

Unknown   at  23.47  No comments

Perancang busana Merdi Sihombing kembali mengingatkan bahwa Indonesia kaya akan budaya. Selain batik, Merdi akan memamerkan kain tradisional yang kini menjadi kebanggaan Tanah Air, seperti tenun, songket, ulos dan lainnya.
Hal itu dituangkannya lewat sebuah karya atas nama leluhur “Travel in Cloth, Partonun Ulos” yang digelar di Galeri Nasional Jakarta, mulai 19 Juli-16 Agustus 2013.
Pameran ini menampilkan revitalisasi 40 kain ulos dengan ciri khas, filosofi dan nilai tradisi yang terjaga dengan pewarnaan alam alami.
Merdi membaginya lewat kain tekstil untuk fashion dan tekstil modern yang di-printing dan disesuaikan konsep aslinya melalui modifikasi motif-motif tua dan tradisional.
Ia ingin menunjukkan keanekaragaman Batak lewat kain tenun. Selain kain, ada seni patung seperti Sigale-gale, ukiran, parsanggul nan ganjang (sanggul nan tinggi), dan lainnya yang sudah hampir punah dan sulit ditemukan.
“Ini pameran ulos episode pertama saya sebagai Batak yang berkolaborasi dengan seniman. Kenapa hampir punah, karena ada tanggapan sebagian orang yang menganggap benda-benda kuno mengandung pemujaan setan dan harus dimusnahkan. Padahal sebenarnya tidak. Ini merupakan seni budaya warisan leluhur yang seharusnya dijaga kelestariannya,” ungkap Merdi.
Ia berharap lewat pameran tersebut dapat membawa Indonesia ke kancah yang lebih luas lagi. Apalagi Merdi tergolong dasainer yang suka menabrak-nabrakan rambu agar menghasilkan karya unik dengan mengangkat komunitas industri kreatif.
Ulos yang dikenakan masyarakat Batak termasuk yang kurang dikenal masyarakat luas. Oleh karena itu, jebolan Seni Rupa jurusan Kriya Tekstil IKJ ini menggunakan pendekatan lain mengenalkan ulos.

Filosofi
Sadar ulos harus dapat memenuhi selera masyarakat tanpa meninggalkan filosofi, Merdi mengolah ulos ke dalam warna-warna baru, dan benang yang lebih lembut.
Beragam ulos di Sumatra Utara, seolah dikembalikan Merdi dengan gaya masa kini tanpa meninggalkan filosofi dan ciri khasnya. Merdi mengolah ulos ke dalam warna-warna baru berbahan pewarna alam.
Modifikasi komposisi motif ulos Merdi menjadi lebih menarik dengan pengganti manik alam, seperti penggunaan kristal Swarovski ataupun mutiara.
“Karya-karya kita bisa diperhitungkan dengan membuat suatu produk yang dilirik dunia yang dibungkus dengan kreativitas. Alam dijaga dengan eko produknya. Produk ini yang perlu dipertahankan. Saya terpacu melakukan sebuah riset. Kerja dengan para komunitas ini yang harus dipertahankan pemerintah,” tutup Merdi. [H-15]

sumber: http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/127056-merdi-sihombing-pamerkan-tenun-ulos.html
Continue Reading→

Penenun tradisional ulos Batak di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara mengharapkan bantuan pemerintah untukmengembangkan usaha dan memasarkan hasil tenunan mereka.
"Belum pernah ada bantuan dari pemerintah, selama ini kami bekerja secara mandiri," ungkap Rita Simbolon, 29, warga Kelurahan Pondok SayurKecamatan Siantar Martoba, di tempat tenunan yang berukuran 3x4 meter di depan rumahnya, Minggu (21/7).

Begitu pun pemilik tenunan yang memulai usahanya tahun 2005 ini mengaku hati-hati jika ada orang yang menawarkan bantuan modal karena pernah dikunjungi tetapi tidak pernah datang lagi. "Entah untuk apa di foto-foto dan ditanyai usahaku," tutur Rita.

Rita yang sewaktu gadis bekerja sebagai penenun ini mengaku membuka usaha untuk membantu nafkah keluarga sambil mengisi waktu luang mengurusi rumahtangga tanpa kepikiran telah melestarikan budaya daerah.

Dalam sehari kerja, mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB, usaha Rita menghasilkan enam helai ulos yang dipasarkan ke Parluasan, Pasar DwikoraPematangsiantar dengan harga Rp30 ribu per helai dan pekerja mendapat Rp10 ribu per helai.

Sering juga masyarakat langsung datang ke tempat saya untuk memesan ulos. Biasanya orang perantau yang ingin bawa oleh-oleh. "Di ulos itu minta pakaitulisan sesuai pesanan," kata Rita yang berharap pemerintah kota memperhatikan keberadaan penenun ulos yang belum terdata. (Ant)



sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/07/21/6/169791/Penenun-Ulos-Batak-Harapkan-Perhatian-Pemerintah, 21 Juli 2013

Penenun Ulos Batak Harapkan Perhatian Pemerintah

Unknown   at  23.47  No comments

Penenun tradisional ulos Batak di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara mengharapkan bantuan pemerintah untukmengembangkan usaha dan memasarkan hasil tenunan mereka.
"Belum pernah ada bantuan dari pemerintah, selama ini kami bekerja secara mandiri," ungkap Rita Simbolon, 29, warga Kelurahan Pondok SayurKecamatan Siantar Martoba, di tempat tenunan yang berukuran 3x4 meter di depan rumahnya, Minggu (21/7).

Begitu pun pemilik tenunan yang memulai usahanya tahun 2005 ini mengaku hati-hati jika ada orang yang menawarkan bantuan modal karena pernah dikunjungi tetapi tidak pernah datang lagi. "Entah untuk apa di foto-foto dan ditanyai usahaku," tutur Rita.

Rita yang sewaktu gadis bekerja sebagai penenun ini mengaku membuka usaha untuk membantu nafkah keluarga sambil mengisi waktu luang mengurusi rumahtangga tanpa kepikiran telah melestarikan budaya daerah.

Dalam sehari kerja, mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB, usaha Rita menghasilkan enam helai ulos yang dipasarkan ke Parluasan, Pasar DwikoraPematangsiantar dengan harga Rp30 ribu per helai dan pekerja mendapat Rp10 ribu per helai.

Sering juga masyarakat langsung datang ke tempat saya untuk memesan ulos. Biasanya orang perantau yang ingin bawa oleh-oleh. "Di ulos itu minta pakaitulisan sesuai pesanan," kata Rita yang berharap pemerintah kota memperhatikan keberadaan penenun ulos yang belum terdata. (Ant)



sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/07/21/6/169791/Penenun-Ulos-Batak-Harapkan-Perhatian-Pemerintah, 21 Juli 2013
Continue Reading→

Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah akan meluncurkan 11 desain baru uang rupiah secara serentak pada Senin 19 Desember 2016.

Seperti dikutip dari Twitter resmi BI, Jumat (16/12/2016), ada 12 pahlawan nasional yang wajahnya akan muncul pada desain baru uang rupiah.

Dua di antaranya adalah wajah lama yang selama ini terpampang di uang desain lama. Sementara sisanya adalah wajah baru.

Penasaran seperti apa desain uang rupiah yang baru? Berikut 12 pahlawan nasional yang wajahnya akan muncul di desain baru rupiah dirilis di Twitter resmi BI.


Dokumen Bank Indonesia
Sumber : detik.com

Diluncurkan 19 Desember 2016, Ini Gambar Pahlawan di Desain Baru Rupiah

Unknown   at  22.51  No comments

Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah akan meluncurkan 11 desain baru uang rupiah secara serentak pada Senin 19 Desember 2016.

Seperti dikutip dari Twitter resmi BI, Jumat (16/12/2016), ada 12 pahlawan nasional yang wajahnya akan muncul pada desain baru uang rupiah.

Dua di antaranya adalah wajah lama yang selama ini terpampang di uang desain lama. Sementara sisanya adalah wajah baru.

Penasaran seperti apa desain uang rupiah yang baru? Berikut 12 pahlawan nasional yang wajahnya akan muncul di desain baru rupiah dirilis di Twitter resmi BI.


Dokumen Bank Indonesia
Sumber : detik.com

Continue Reading→

Rabu, 07 Desember 2016

Doa sebelum pembubaran KKR Natal oleh Bpk. Stephen Tong
Pembela Ahli Sunnah (PAS) dipimpin Ketua umumnya membubarkan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Selasa (6/12) sore. Sejumlah orang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ro'in merangsek masuk kedalam ruang utama dan membubarkan jemaat yang sedang menyanyikan kidung di atas panggung.

Hari ni setelah membuka akun Facebook saya kembali merenung melihat beberapa komentar yang ada di beberapa postingan saya. Saya sangat kagum buat kaum Nasrani khususnya, banyak kejadian yang terjadi di akhir pekan ini. Seperti pengeboman di Medan sampai ke Samarinda yang mengorbankan anak kecil begitu juga dengan pembubaran KKR Natal.

Melihat respon yang selalu mengutamakan KASIH bukan permusuhan, serta banyaknya sesama umat Nasrani mengajak agak tidak terprovokasi dan tetap menjaga kebhinekaan dan terus menyuarakan semangat pemersatu karna KITA INDONESIA. Begitu juga dengan postingan saya sebelumnya menanggapi Aksi Penolakan KKR Natal di situs Wordpress saya https://jhonmejerpurba.wordpress.com/2016/12/06/penolakan-elemen-ormas-islam-jabar-memininta-kegiatan-kkr-natal-di-sabuga-dipindahkan/

Brberapa komentar yang terdapat di postingan saya antara lain mengatakan :
Kaban Tuah Fernando Purba Masyarakat sudah mulai kecanduan agama,, sudah menyembah agama, bukan Tuhan!

Resmi Saragih Yski Susah bang kalo ngomong sama iq jongkok hahha yg ga perlu d permasalahan aja jadi masalah..

Riko Suhendra Turnip Tetaplah bersyukur buat kejadian ini. Jgan pernah menghakimi. Jgan pernah mengutuk. Karna kita kristen yang slalu di ajarkan kasih

Sosok pendeta yang juga saya kenal dengan baik Pdt. Erik Barus berkomentar : Jangan arogan. Yesus sendiri mengatakan ketika dia mau disalibkan. Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Tuhan ada rencana lain, ujar Jenson Saragih menambahkan.

Ira Purba Sidagambir Bukan kah untuk jadi pemenang yang sesungguhnya itu memang harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan? Jadi mungkin inilah tantangan dan rintangan yg kita harus lewati untuk menjadi pemenang sejati. Ambil nilai positifnya aja

Ony Letare Dumasty Saragih Damai sejahtera tuk kita semua..ummat ciptaan Tuhan,Yesus beserta murid2Nya juga menerima cercaan,dihina dan di fitnah,ampuni semua hamba2 mu Tuhan.,,Amin

Luis Delapara Purba berkomentar hanya memakai hastag  #bandungintoleran

Saya menjawab dengan lantang : Semoga tidak!

Mengingat kota Bandung  di Tahun 2015 mendapatkan penganugrahan sebagai Percontohan Kota Ramah Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia oleh PBB dan salah satu yayasan internasional yang bergerak dalam hak asasi manusia.

Meskipun sedikit kecewa melihat postingan lewat akun Instagram, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencoba menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi soal itu, dan menulis: "Kegiatan dilanjut saja. Hak beragama Anda dilindungi negara."

Namun tidak semanis perkataan beliau, acara KKR itu akhirnya dibubarkan sebelum waktunya. Lagi-lagi beliau berkomentar di media mengatakan : Ridwan meminta maaf. "Saya minta maaf, secara fisik saya tidak bisa di semua lokasi peristiwa."

Diakhiri dengan komentar guru saya di SMAN 1 Raya Nelli Mariati Saragih Sumbayak menuliskan biarlah Tuhan yang bekerja atas semua kejadian ini...Tuhan pasti adil se adil2nya... Terimakasih Bu dan saya langsung mengaminkanya.

Menutup tulisan ini selaku ketua cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun di Kota Bandung menghimbau Mari Berdoa untuk Toleransi Indonesia.


Berikut kronologi kejadian yang dimuat dalam salah satu situs :
http://www.beritasatu.com/nasional/403272-kronologi-pembubaran-kebaktian-kkr-natal-pdt-stephen-tong-di-bandung.html

Detail Penulis : Jhon Mejer Purba
Undergraduate Student of Institut Teknologi Bandung
Senator HIMAFI ITB di Kongres KM ITB 2015/2016
Ketua Cabang di HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bandung
BADAN PENGURUS CABANG M.B 2015-2016 di GMKI Cabang Bandung

HIMAPSI : Berdoa Untuk Toleransi Indonesia

Unknown   at  05.50  No comments

Doa sebelum pembubaran KKR Natal oleh Bpk. Stephen Tong
Pembela Ahli Sunnah (PAS) dipimpin Ketua umumnya membubarkan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Selasa (6/12) sore. Sejumlah orang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ro'in merangsek masuk kedalam ruang utama dan membubarkan jemaat yang sedang menyanyikan kidung di atas panggung.

Hari ni setelah membuka akun Facebook saya kembali merenung melihat beberapa komentar yang ada di beberapa postingan saya. Saya sangat kagum buat kaum Nasrani khususnya, banyak kejadian yang terjadi di akhir pekan ini. Seperti pengeboman di Medan sampai ke Samarinda yang mengorbankan anak kecil begitu juga dengan pembubaran KKR Natal.

Melihat respon yang selalu mengutamakan KASIH bukan permusuhan, serta banyaknya sesama umat Nasrani mengajak agak tidak terprovokasi dan tetap menjaga kebhinekaan dan terus menyuarakan semangat pemersatu karna KITA INDONESIA. Begitu juga dengan postingan saya sebelumnya menanggapi Aksi Penolakan KKR Natal di situs Wordpress saya https://jhonmejerpurba.wordpress.com/2016/12/06/penolakan-elemen-ormas-islam-jabar-memininta-kegiatan-kkr-natal-di-sabuga-dipindahkan/

Brberapa komentar yang terdapat di postingan saya antara lain mengatakan :
Kaban Tuah Fernando Purba Masyarakat sudah mulai kecanduan agama,, sudah menyembah agama, bukan Tuhan!

Resmi Saragih Yski Susah bang kalo ngomong sama iq jongkok hahha yg ga perlu d permasalahan aja jadi masalah..

Riko Suhendra Turnip Tetaplah bersyukur buat kejadian ini. Jgan pernah menghakimi. Jgan pernah mengutuk. Karna kita kristen yang slalu di ajarkan kasih

Sosok pendeta yang juga saya kenal dengan baik Pdt. Erik Barus berkomentar : Jangan arogan. Yesus sendiri mengatakan ketika dia mau disalibkan. Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Tuhan ada rencana lain, ujar Jenson Saragih menambahkan.

Ira Purba Sidagambir Bukan kah untuk jadi pemenang yang sesungguhnya itu memang harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan? Jadi mungkin inilah tantangan dan rintangan yg kita harus lewati untuk menjadi pemenang sejati. Ambil nilai positifnya aja

Ony Letare Dumasty Saragih Damai sejahtera tuk kita semua..ummat ciptaan Tuhan,Yesus beserta murid2Nya juga menerima cercaan,dihina dan di fitnah,ampuni semua hamba2 mu Tuhan.,,Amin

Luis Delapara Purba berkomentar hanya memakai hastag  #bandungintoleran

Saya menjawab dengan lantang : Semoga tidak!

Mengingat kota Bandung  di Tahun 2015 mendapatkan penganugrahan sebagai Percontohan Kota Ramah Hak Asasi Manusia (HAM) di dunia oleh PBB dan salah satu yayasan internasional yang bergerak dalam hak asasi manusia.

Meskipun sedikit kecewa melihat postingan lewat akun Instagram, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencoba menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi soal itu, dan menulis: "Kegiatan dilanjut saja. Hak beragama Anda dilindungi negara."

Namun tidak semanis perkataan beliau, acara KKR itu akhirnya dibubarkan sebelum waktunya. Lagi-lagi beliau berkomentar di media mengatakan : Ridwan meminta maaf. "Saya minta maaf, secara fisik saya tidak bisa di semua lokasi peristiwa."

Diakhiri dengan komentar guru saya di SMAN 1 Raya Nelli Mariati Saragih Sumbayak menuliskan biarlah Tuhan yang bekerja atas semua kejadian ini...Tuhan pasti adil se adil2nya... Terimakasih Bu dan saya langsung mengaminkanya.

Menutup tulisan ini selaku ketua cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun di Kota Bandung menghimbau Mari Berdoa untuk Toleransi Indonesia.


Berikut kronologi kejadian yang dimuat dalam salah satu situs :
http://www.beritasatu.com/nasional/403272-kronologi-pembubaran-kebaktian-kkr-natal-pdt-stephen-tong-di-bandung.html

Detail Penulis : Jhon Mejer Purba
Undergraduate Student of Institut Teknologi Bandung
Senator HIMAFI ITB di Kongres KM ITB 2015/2016
Ketua Cabang di HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bandung
BADAN PENGURUS CABANG M.B 2015-2016 di GMKI Cabang Bandung
Continue Reading→

Foto Aksi Penolakan KKR Natal di Jl.Tamansari, Kota Bandung
KKR NATAL BANDUNG 2016 Akan diadakan KKR Natal Bandung 2016 pada hari Selasa, 6 Desember 2016, pk. 18.30, dipimpin oleh Pdt.Dr.Stephen Tong di Sabuga – ITB. Info:022-86060699/085105071880 begitulah informasi yang terdapat di website Gereja Reformed Injili Indonesia Bandung (http://griibandung.org/seminar-kkr/kkr-natal-bandung-2016/). 

Sejumlah elemen Ormas Islam dan lembaga dakwah di Jawa Barat yang tergabung dalam Pembela Ahlu Sunnah (PAS) mengadakan “aksi penolakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)” Selasa, (6/12/2016) di Jl.Tamansari Kota Bandung. Aksi ini meminta kegiatan KKR oleh kaum Nasrani di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) di pindahkan ke gereja. 

Mengacu SPB 2 Menteri pada pasal 1 point 3 yang menyebutkan bahwa rumah ibadat adalah bangunan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadat bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen, tidak termasuk tempat ibadat keluarga. Ketua PAS M.Roinul Balad menjelaskan bahwa permintaan pemindahan tempat acara tersebut ke gereja karena tidak sesuai antara tujuan acara yakni ibadat dengan fungsi gedung yang hendak digunakan. Beliau juga menambahkan “KKR adalah rangkaian ibadat. Sementara ibadat harus dilaksanakan di tempat atau rumah ibadat,” paparnya kepada Islamic News Agency (INA) Senin malam (5/12/2106) 

Mencoba membandingkan pelaksanan salat pada “Aksi Bela Islam III” Jumat (2/12/2016) yang diadakan di sepanjang jalan raya di sekitaran Lapangan Monas. Apakah jalan raya merupakan rumah ibadat yang dimaksut mengacu SPB 2 Menteri ? Mari kita masing-masing setiap orang menjawab di dalam diri kita. 

Melihat keadaan Indonesia sekarang ini memasuki babak transisi demokrasi, dini hari tadi Balige, Tobasamosir, Sumatera Utara Geger Penangkapan 10 Orang Terduga Teroris Menyebar di sosial media bahkan akhir-akhir ini Ideologi dan NKRI menjadi pertaruhan. Pergolakan dinamika hukum bergeser menjadi isu politik yang dinilai semakin tidak sehat. Mari bersama menjaga ketertiban serta masyarakat nasrani  diharapkan dapat lebih menahan diri serta mampu cerdas dalam menyikapi aksi penolakan ini. Jangan sampai terprovakasi dengan menghubungkan kegiatan aksi yang mengatasnamakan masyarakat muslim jabar ini merupakan bentuk intoleransi kepada non-muslim. 

Bulan desember ini ada momen spesial yang sudah ditunggu-tunggu, inilah saat berbenah hati mempersiapkan diri menyambut Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Mari kita berdoa serta menghimbau personel polri, TNI, serta instansi lainya untuk meningkatkan pengamanan yang dilakukan guna mewujutkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Natal serta menyambut Tahun Baru, baik pada saat beribadah, bersilaturahim, berwisata maupun berbagai aktivitas lainnya.

Semoga dalam menanti datangnya natal, kita semua dapat melakukan renungan akan apa yang telah kita perbuat untuk Tuhan Yesus, apa yang telah kita berikan kepada Tuhan Yesus, apakah kita telah memuliakan namaNya dan apakah kita telah memiliki iman percaya yang teguh. Semua itu dapat kita jadikan renungan dalam menyambut Natal. 

Mari kita semua berpikir positif terhadap suatu masalah dengan tidak bermaksud menyudutkan satu pendapat. Kritik terhadap kebijakan, ketidaksesuaian pendapat dalam menyikapi suatu kegiatan menjadi hal yang wajar dan biasa, sepanjang caranya baik, baik untuk Indonesia, baik juga untuk rakyat. Satu dinamika yang mencerdaskan, baik dalam penegakan hukum, maupun politik, tentu niatnya adalah untuk koreksi agar lebih baik. Jangan sampai persoalan hukum ditunggangi oleh  kepentingan politik sekelompok orang yang beraliran keras yang lebih cenderung memaksakan diri. Tetapi marilah kita menyuarakan semangat persatuan dengan lantang meneriakan “Kita Indonesia”.  

Detail Penulis : Jhon Mejer Purba
Undergraduate Student of Institut Teknologi Bandung
Senator HIMAFI ITB di Kongres KM ITB 2015/2016
Ketua Cabang di HIMAPSI ( Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun ) Cabang Bandung
BADAN PENGURUS CABANG M.B 2015-2016 di GMKI Cabang Bandung

Ormas Meminta Kegiatan KKR Natal di Sabuga Dipindahkan

Unknown   at  05.43  No comments

Foto Aksi Penolakan KKR Natal di Jl.Tamansari, Kota Bandung
KKR NATAL BANDUNG 2016 Akan diadakan KKR Natal Bandung 2016 pada hari Selasa, 6 Desember 2016, pk. 18.30, dipimpin oleh Pdt.Dr.Stephen Tong di Sabuga – ITB. Info:022-86060699/085105071880 begitulah informasi yang terdapat di website Gereja Reformed Injili Indonesia Bandung (http://griibandung.org/seminar-kkr/kkr-natal-bandung-2016/). 

Sejumlah elemen Ormas Islam dan lembaga dakwah di Jawa Barat yang tergabung dalam Pembela Ahlu Sunnah (PAS) mengadakan “aksi penolakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)” Selasa, (6/12/2016) di Jl.Tamansari Kota Bandung. Aksi ini meminta kegiatan KKR oleh kaum Nasrani di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) di pindahkan ke gereja. 

Mengacu SPB 2 Menteri pada pasal 1 point 3 yang menyebutkan bahwa rumah ibadat adalah bangunan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadat bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen, tidak termasuk tempat ibadat keluarga. Ketua PAS M.Roinul Balad menjelaskan bahwa permintaan pemindahan tempat acara tersebut ke gereja karena tidak sesuai antara tujuan acara yakni ibadat dengan fungsi gedung yang hendak digunakan. Beliau juga menambahkan “KKR adalah rangkaian ibadat. Sementara ibadat harus dilaksanakan di tempat atau rumah ibadat,” paparnya kepada Islamic News Agency (INA) Senin malam (5/12/2106) 

Mencoba membandingkan pelaksanan salat pada “Aksi Bela Islam III” Jumat (2/12/2016) yang diadakan di sepanjang jalan raya di sekitaran Lapangan Monas. Apakah jalan raya merupakan rumah ibadat yang dimaksut mengacu SPB 2 Menteri ? Mari kita masing-masing setiap orang menjawab di dalam diri kita. 

Melihat keadaan Indonesia sekarang ini memasuki babak transisi demokrasi, dini hari tadi Balige, Tobasamosir, Sumatera Utara Geger Penangkapan 10 Orang Terduga Teroris Menyebar di sosial media bahkan akhir-akhir ini Ideologi dan NKRI menjadi pertaruhan. Pergolakan dinamika hukum bergeser menjadi isu politik yang dinilai semakin tidak sehat. Mari bersama menjaga ketertiban serta masyarakat nasrani  diharapkan dapat lebih menahan diri serta mampu cerdas dalam menyikapi aksi penolakan ini. Jangan sampai terprovakasi dengan menghubungkan kegiatan aksi yang mengatasnamakan masyarakat muslim jabar ini merupakan bentuk intoleransi kepada non-muslim. 

Bulan desember ini ada momen spesial yang sudah ditunggu-tunggu, inilah saat berbenah hati mempersiapkan diri menyambut Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Mari kita berdoa serta menghimbau personel polri, TNI, serta instansi lainya untuk meningkatkan pengamanan yang dilakukan guna mewujutkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Natal serta menyambut Tahun Baru, baik pada saat beribadah, bersilaturahim, berwisata maupun berbagai aktivitas lainnya.

Semoga dalam menanti datangnya natal, kita semua dapat melakukan renungan akan apa yang telah kita perbuat untuk Tuhan Yesus, apa yang telah kita berikan kepada Tuhan Yesus, apakah kita telah memuliakan namaNya dan apakah kita telah memiliki iman percaya yang teguh. Semua itu dapat kita jadikan renungan dalam menyambut Natal. 

Mari kita semua berpikir positif terhadap suatu masalah dengan tidak bermaksud menyudutkan satu pendapat. Kritik terhadap kebijakan, ketidaksesuaian pendapat dalam menyikapi suatu kegiatan menjadi hal yang wajar dan biasa, sepanjang caranya baik, baik untuk Indonesia, baik juga untuk rakyat. Satu dinamika yang mencerdaskan, baik dalam penegakan hukum, maupun politik, tentu niatnya adalah untuk koreksi agar lebih baik. Jangan sampai persoalan hukum ditunggangi oleh  kepentingan politik sekelompok orang yang beraliran keras yang lebih cenderung memaksakan diri. Tetapi marilah kita menyuarakan semangat persatuan dengan lantang meneriakan “Kita Indonesia”.  

Detail Penulis : Jhon Mejer Purba
Undergraduate Student of Institut Teknologi Bandung
Senator HIMAFI ITB di Kongres KM ITB 2015/2016
Ketua Cabang di HIMAPSI ( Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun ) Cabang Bandung
BADAN PENGURUS CABANG M.B 2015-2016 di GMKI Cabang Bandung

Continue Reading→

Discussion

Archive

Gadgets

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

DAERAH

DAERAH

POLITIK

POLITIK

PERISTIWA

PERISTIWA

KESEHATAN

Health

About Us

PHOTOGRAPHY

PHOTOGRAPHY

SPORTS

SPORTS

Text Widget

© 2013 JABAR NEWS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.