All Stories

Minggu, 12 Februari 2017

Screenshoot bredar isu miring "Penghianat BBK"
JMP MULTIMEDIA, Toraja– Problem pembangunan Bandara Buntu Kuni (BBK) Toraja di Kecamatan mengkendek, Kabupaten Tana Toraja mulai terkuak pada awal tahun 2016. Djuli Mambaya seorang Putra Toraja yang juga Kadishub Provinsi Papua mengatakan lokasi proyek pengerjaan bandara buntu kuni tidak memenuhi standar sebuah bandara. 

AMTI (Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia) sendiri telah mendapatkan dokumen rekomendasi DPR bahwa lokasi sebenarnya yang direkomendasikan oleh kementrian perhubungan adalah di Kambuno yang berada di kecamatan Nanggala, Toraja Utara. Hasil terbaru juga dana yang telah menelan sekitar 300 Milyar ini membengkak hingga 1.7 T, dan dari pantauan AMTI bahkan Landasan Pacu Bandara pun ada sungai ditengah yang membelahnya.

Terkait hal tersebut, masyarakat toraja dan para pemuda Toraja bersuara mendukung agar lokasi bandara di kembalikan ke tempat yang semestinya. Jika dipaksakan pembangunannya justru akan menelan biaya dan Bandara akan merugikan kas Negara.

Baca juga : 

Netizen Toraja Inginkan Bandara BBK Toraja di Relokasi ke Lokasi Awal di Kambuno


Salah seorang Pemuda Toraja yakni Acantha Manapa Sampetoding menyebut pembangunan Bandara Buntu Kuni di Kabupaten Tana Toraja kemungkinan tidak berlanjut. Berbagai faktor seperti lokasi dari Jalan Utama sekitar 3km dan jalannya masih belum dibuat dan juga berjarak sekitar hingga 2 sampai 3 jam dari tempat Wisata di Toraja .

“APBN senilai 1.4T akan sangat dirugikan jika Bandara tidak bisa didarati oleh Pesawat Boeing Kemudian Hari”, ujar nya

Pembangunan Bandara Buntu Kuni Toraja Mangkrak

Unknown   at  23.55  No comments

Screenshoot bredar isu miring "Penghianat BBK"
JMP MULTIMEDIA, Toraja– Problem pembangunan Bandara Buntu Kuni (BBK) Toraja di Kecamatan mengkendek, Kabupaten Tana Toraja mulai terkuak pada awal tahun 2016. Djuli Mambaya seorang Putra Toraja yang juga Kadishub Provinsi Papua mengatakan lokasi proyek pengerjaan bandara buntu kuni tidak memenuhi standar sebuah bandara. 

AMTI (Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia) sendiri telah mendapatkan dokumen rekomendasi DPR bahwa lokasi sebenarnya yang direkomendasikan oleh kementrian perhubungan adalah di Kambuno yang berada di kecamatan Nanggala, Toraja Utara. Hasil terbaru juga dana yang telah menelan sekitar 300 Milyar ini membengkak hingga 1.7 T, dan dari pantauan AMTI bahkan Landasan Pacu Bandara pun ada sungai ditengah yang membelahnya.

Terkait hal tersebut, masyarakat toraja dan para pemuda Toraja bersuara mendukung agar lokasi bandara di kembalikan ke tempat yang semestinya. Jika dipaksakan pembangunannya justru akan menelan biaya dan Bandara akan merugikan kas Negara.

Baca juga : 

Netizen Toraja Inginkan Bandara BBK Toraja di Relokasi ke Lokasi Awal di Kambuno


Salah seorang Pemuda Toraja yakni Acantha Manapa Sampetoding menyebut pembangunan Bandara Buntu Kuni di Kabupaten Tana Toraja kemungkinan tidak berlanjut. Berbagai faktor seperti lokasi dari Jalan Utama sekitar 3km dan jalannya masih belum dibuat dan juga berjarak sekitar hingga 2 sampai 3 jam dari tempat Wisata di Toraja .

“APBN senilai 1.4T akan sangat dirugikan jika Bandara tidak bisa didarati oleh Pesawat Boeing Kemudian Hari”, ujar nya

Continue Reading→

Foto beredar "keterlibatan dalam MAKAR-BBK"
TORAJA – Teka-teki atas Studi Kelayakan dan Lokasi proyek pembangunan Bandara Baru Toraja hingga kini masih menuai kontroversi serta membingungkan masyarakat Toraja.

Sorotan pertama kali datang dari tokoh masyarakat Toraja, Djuli Mambaya, Wakil ketua Ikatan Keluarga Toraja Papua (IKT Papua) pada 2016 lalu.

"Lokasi proyek tidak layak, ada sungai-sungai yang membelah landasan pacu/runway, ada jurang, arah angin diagonal dan ada gunung yang tinggi membahayakan penerbangan, timbun sana timbun sini, itu uang rakyat ratusan miliar hanya dihabiskan untuk menimbun landasan," ujar Djuli Mambaya dalam beberapa pernyataannya.

Bandara yang dimaksud adalah Bandara Buntu Kunik (BBK) Tana Toraja.

Hingga berita ini diturunkan, sorotan atas Studi Kelayakan dan Lokasi Bandara BBK tetap menjadi topik terhangat di kalangan masyarakat Toraja, baik yang berdomisili di Toraja maupun yang berada diluar daerah. Termasuk oleh para kalangan netizen di beberapa komunitas Grup Facebook warga Toraja.

Belakangan, sebuah Jajak Pendapat dalam Grup Facebook Toraja bernama: Forum Politik Toraya (FPT) diposting oleh akun Rana Dase.

Hasilnya, mayoritas netizen warga Toraja mendukung agar lokasi bandara di kembalikan ke tempat yang semestinya yakni Kambuno di Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

BBK sendiri disebut-sebut tidak terletak di Buntu Kunik tetapi terletak di Pitu Buntu Pitu Lombok/Palawa, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jarak lokasi proyek dengan Buntu Kunik jauhnya sekitar 10 kilometer yang kemudian ditengarai fiktif.

Buntu Kunik dan Pitu Buntu Pitu Lombok/Palawa masih berada dalam satu kecamatan yakni Kecamatan Mengkendek Tana Toraja.

Bandara BBK sendiri mangkrak sejak tahun 2015 lalu karena pasokan amunisi dari APBN dihentikan. Belakangan AMTI mensinyalir karena ada temuan.

Belakangan, kondisi itu semakin hangat dan semakin memanas tatkala keberadaan Bandara BBK kemudian berujung pada aksi saling demo-mendemo antara pihak yang Pro dan Kontra.

Aktivis antikorupsi dari Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) yang bermarkas di Jakarta kemudian menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat dengan melakukan serangkaian kegiatan investigasi dengan menggandeng awak media milik AMTI dan beberapa warga Toraja sebagai Tim Info. Kegiatan investigasi itu kemudian diberi nama, Telusur Transparansi Indonesia.

"Kami mendapatkan banyak informasi dari masyarakat yang kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan serangkaian kegiatan investigasi tertutup dengan bantuan masyarakat sebagai Tim info, Lalu kami kemudian menemukan ada jejak awal, ada sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan perbuatan koruptif," kata koordinator Tim Investigasi Tertutup AMTI, Alexius Bannetondok, Senin (13/2/2017).

Alhasil mereka kemudian menggelar demonstrasi anti korupsi di Istana Presiden RI dan di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada hari yang sama, kelompok AMTI juga memasukkan laporan penyerahan dokumen di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketika itu AMTI meminta agar pemerintah pusat segera mengaudit Lokasi dan Dana Proyek Bandara Mangkrak tersebut.

Penelusuran media ini, akun Rana Dase selaku pihak yang Pro Pemerintah Daerah menuding pihak yang Kontra terhadap kasus Bandara BBK Toraja sebagai penghianat. Sejumlah nama dan foto mereka yang Kontrakan bahkan tak segan-segan diumumkannya dalam grup tertutup facebook dengan nama grup, Forum Politik Toraya.

Menilik pada proyek Bandara BBK Tana Toraja, belakangan biaya permintaan proyek pembangunan justru membengkak dari rencananya awal sekitar Rp 310 Milyar, menjadi Rp 1.700 Milyar atau Rp 1,7 Triliun.

Beberapa Masyarakat Toraja melalui media sosial mulai bersuara bahwa jika dipaksakan pembangunannya justru akan menambah polemik karena Bandara yang semahal itu jadi pun tidak mampu di darati oleh Boeing seperti yang dijanjikan diawal pembangunannya

Lokasi proyek pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) Toraja di Kecamatan mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai terkuak pada awal tahun 2016.

Ketika Djuli Mambaya seorang Putra Toraja yang juga Kadishub Provinsi Papua mengatakan lokasi proyek pengerjaan Bandara Buntu Kunik tidak memenuhi standar sebuah bandara.

Pada Awal Februari 2017 adanya informasi dokumen rekomendasi DPR bahwa lokasi yang disurvey untuk pembangunan Bandara adalah Kambuno Nanggala. Sehingga masyarakat Toraja mulai bertanya-tanya apakah Bandara Buntu Kunik yang sudah mangkrak sejak 2015 akan dilanjutkan atau di hentikan. (*)

Penulis : EAMS

Netizen Toraja Inginkan Bandara BBK Toraja di Relokasi ke Lokasi Awal di Kambuno

Unknown   at  23.52  No comments

Foto beredar "keterlibatan dalam MAKAR-BBK"
TORAJA – Teka-teki atas Studi Kelayakan dan Lokasi proyek pembangunan Bandara Baru Toraja hingga kini masih menuai kontroversi serta membingungkan masyarakat Toraja.

Sorotan pertama kali datang dari tokoh masyarakat Toraja, Djuli Mambaya, Wakil ketua Ikatan Keluarga Toraja Papua (IKT Papua) pada 2016 lalu.

"Lokasi proyek tidak layak, ada sungai-sungai yang membelah landasan pacu/runway, ada jurang, arah angin diagonal dan ada gunung yang tinggi membahayakan penerbangan, timbun sana timbun sini, itu uang rakyat ratusan miliar hanya dihabiskan untuk menimbun landasan," ujar Djuli Mambaya dalam beberapa pernyataannya.

Bandara yang dimaksud adalah Bandara Buntu Kunik (BBK) Tana Toraja.

Hingga berita ini diturunkan, sorotan atas Studi Kelayakan dan Lokasi Bandara BBK tetap menjadi topik terhangat di kalangan masyarakat Toraja, baik yang berdomisili di Toraja maupun yang berada diluar daerah. Termasuk oleh para kalangan netizen di beberapa komunitas Grup Facebook warga Toraja.

Belakangan, sebuah Jajak Pendapat dalam Grup Facebook Toraja bernama: Forum Politik Toraya (FPT) diposting oleh akun Rana Dase.

Hasilnya, mayoritas netizen warga Toraja mendukung agar lokasi bandara di kembalikan ke tempat yang semestinya yakni Kambuno di Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

BBK sendiri disebut-sebut tidak terletak di Buntu Kunik tetapi terletak di Pitu Buntu Pitu Lombok/Palawa, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jarak lokasi proyek dengan Buntu Kunik jauhnya sekitar 10 kilometer yang kemudian ditengarai fiktif.

Buntu Kunik dan Pitu Buntu Pitu Lombok/Palawa masih berada dalam satu kecamatan yakni Kecamatan Mengkendek Tana Toraja.

Bandara BBK sendiri mangkrak sejak tahun 2015 lalu karena pasokan amunisi dari APBN dihentikan. Belakangan AMTI mensinyalir karena ada temuan.

Belakangan, kondisi itu semakin hangat dan semakin memanas tatkala keberadaan Bandara BBK kemudian berujung pada aksi saling demo-mendemo antara pihak yang Pro dan Kontra.

Aktivis antikorupsi dari Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) yang bermarkas di Jakarta kemudian menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat dengan melakukan serangkaian kegiatan investigasi dengan menggandeng awak media milik AMTI dan beberapa warga Toraja sebagai Tim Info. Kegiatan investigasi itu kemudian diberi nama, Telusur Transparansi Indonesia.

"Kami mendapatkan banyak informasi dari masyarakat yang kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan serangkaian kegiatan investigasi tertutup dengan bantuan masyarakat sebagai Tim info, Lalu kami kemudian menemukan ada jejak awal, ada sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan perbuatan koruptif," kata koordinator Tim Investigasi Tertutup AMTI, Alexius Bannetondok, Senin (13/2/2017).

Alhasil mereka kemudian menggelar demonstrasi anti korupsi di Istana Presiden RI dan di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada hari yang sama, kelompok AMTI juga memasukkan laporan penyerahan dokumen di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketika itu AMTI meminta agar pemerintah pusat segera mengaudit Lokasi dan Dana Proyek Bandara Mangkrak tersebut.

Penelusuran media ini, akun Rana Dase selaku pihak yang Pro Pemerintah Daerah menuding pihak yang Kontra terhadap kasus Bandara BBK Toraja sebagai penghianat. Sejumlah nama dan foto mereka yang Kontrakan bahkan tak segan-segan diumumkannya dalam grup tertutup facebook dengan nama grup, Forum Politik Toraya.

Menilik pada proyek Bandara BBK Tana Toraja, belakangan biaya permintaan proyek pembangunan justru membengkak dari rencananya awal sekitar Rp 310 Milyar, menjadi Rp 1.700 Milyar atau Rp 1,7 Triliun.

Beberapa Masyarakat Toraja melalui media sosial mulai bersuara bahwa jika dipaksakan pembangunannya justru akan menambah polemik karena Bandara yang semahal itu jadi pun tidak mampu di darati oleh Boeing seperti yang dijanjikan diawal pembangunannya

Lokasi proyek pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) Toraja di Kecamatan mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai terkuak pada awal tahun 2016.

Ketika Djuli Mambaya seorang Putra Toraja yang juga Kadishub Provinsi Papua mengatakan lokasi proyek pengerjaan Bandara Buntu Kunik tidak memenuhi standar sebuah bandara.

Pada Awal Februari 2017 adanya informasi dokumen rekomendasi DPR bahwa lokasi yang disurvey untuk pembangunan Bandara adalah Kambuno Nanggala. Sehingga masyarakat Toraja mulai bertanya-tanya apakah Bandara Buntu Kunik yang sudah mangkrak sejak 2015 akan dilanjutkan atau di hentikan. (*)

Penulis : EAMS
Continue Reading→

Kamis, 09 Februari 2017

Sumber Foto pixabay.com
Tempo hari saat saya tugas ke NTT saya lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba terlihat segar bugar bersih putih kulitnya serta sehat sekali. 

Saya bertegur sapa dengan beliau "Bapa tampak sehat sekali Pak ".

Kemudian beliau brceritera : 

"Ya, dahulu memang saya sakit Gagal Ginjalz serta saya harus bersihkan darah. Bahkan juga Asam Urat saya mencapai 14. Dokterpun sdh angkat tangan dengan penyakit saya ini. Tetapi sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikaj oleh Sinshe saya.

Ramuan itu yaitu:
  1. 11 (sebelas) siung Bawang putih tunggal.
  2. 2 (dua) siung bawang Bombay.
  3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan itu diblender semua jadi satu. Jeruk nipisnya diblender seluruhnya beserta kulit serta biji-bijinya sekalian. Nah ramuan herbal tersebut dikonsumsi satu hari 3 x 1 sendok makan, sebelum makan. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya itu serta ramuan tersebut yang ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta.

Kata beliau sang Shinse nya berpesan bila sudah sakit apapun mengkonsumsi ini bakal sehat. Sekalipun dokter telah memvonis tidak bakalan sembuh.

Pulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung bikin ramuan itu serta walhasil seluruh keluhannya hilang. Rasa kantuk yang senantiasa melanda waktu jam-jam kerja jadi hilang. Begitupun linu-linu di tangan beliau.

Juga punya anak yang divonis dokter mengalami gejala Kanker Lidah.

Tetapi ajaib sudah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite mempunyai pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu diatas 200/100. Tiap-tiap bangun pagi selalu tidak dapat langsung duduk serta harus pelan-pelan untuk bisa duduk.

Lalu sang pembantu itu membuat ramuan dan dikonsumsinya. Dan sekarang sdh sehat kembali

**Seemoga bermanfaat**

Saat diblender tidak perlu ditambah air.


Sumber : Dwi Wahyono

Mengobati Gagal Ginjal, kanker lidah sampai pemulihan eks Pecandu Narkoba

Unknown   at  18.13  No comments

Sumber Foto pixabay.com
Tempo hari saat saya tugas ke NTT saya lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba terlihat segar bugar bersih putih kulitnya serta sehat sekali. 

Saya bertegur sapa dengan beliau "Bapa tampak sehat sekali Pak ".

Kemudian beliau brceritera : 

"Ya, dahulu memang saya sakit Gagal Ginjalz serta saya harus bersihkan darah. Bahkan juga Asam Urat saya mencapai 14. Dokterpun sdh angkat tangan dengan penyakit saya ini. Tetapi sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikaj oleh Sinshe saya.

Ramuan itu yaitu:
  1. 11 (sebelas) siung Bawang putih tunggal.
  2. 2 (dua) siung bawang Bombay.
  3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan itu diblender semua jadi satu. Jeruk nipisnya diblender seluruhnya beserta kulit serta biji-bijinya sekalian. Nah ramuan herbal tersebut dikonsumsi satu hari 3 x 1 sendok makan, sebelum makan. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya itu serta ramuan tersebut yang ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta.

Kata beliau sang Shinse nya berpesan bila sudah sakit apapun mengkonsumsi ini bakal sehat. Sekalipun dokter telah memvonis tidak bakalan sembuh.

Pulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung bikin ramuan itu serta walhasil seluruh keluhannya hilang. Rasa kantuk yang senantiasa melanda waktu jam-jam kerja jadi hilang. Begitupun linu-linu di tangan beliau.

Juga punya anak yang divonis dokter mengalami gejala Kanker Lidah.

Tetapi ajaib sudah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite mempunyai pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu diatas 200/100. Tiap-tiap bangun pagi selalu tidak dapat langsung duduk serta harus pelan-pelan untuk bisa duduk.

Lalu sang pembantu itu membuat ramuan dan dikonsumsinya. Dan sekarang sdh sehat kembali

**Seemoga bermanfaat**

Saat diblender tidak perlu ditambah air.


Sumber : Dwi Wahyono
Continue Reading→

Sandiaga Uno memaparkan Visi-Misi dalam penjaringan Bacagub DKI Jakarta di DPW PKB, Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Abdul Azis
Ketua Dewan Syuro PKB Fachrurazi mengatakan keputusan partai berpindah dukungan ke pasangan nomor 3 itu melalui pertimbangan yang matang dan musyawarah. Sebelumnya, PKB menyokong pasangan nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, kini mereka membelot ke pasangan nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “Paslon nomor 3 adalah paslon paling dekat dengan ulama, insya Allah keputusan ini berkah,” kata Fachrurazi dalam siaran tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 9 Februari 2017.

Dijelaskannya, pada Rabu malam, 8 Februari 2017, di Resto Raden Bahari Buncit, Jakarta Selatan, sejumlah fungsionaris PKB Jakarta Selatan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi. Selain dianggap dekat dengan ulama, tidak ada alasan lain yang dikemukakan kenapa PKB Jakarta Selatan berpindah dukungan.

Menurut Ketua Pengurus Cabang PKB Ahmad Huzaifi, partainya sejak awal telah menjalin hubungan dengan Sandiaga ketika masih menjadi bakal calon gubernur. “Ini adalah bentuk konsistensi kami terhadap kesepakatan yang telah lama dijalin untuk mendukung Sandiaga Uno,” tuturnya.

PKB merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Keputusan partai di tingkat pusat itu rupanya tak sejalan dengan tingkat wilayah Jakarta Selatan. PKB Jakarta Selatan menyadari bahwa keputusan mendukung Anies-Sandi berseberangan dengan struktur di atasnya.

Setelah deklarasi, fungsionaris PKB Jakarta Selatan juga bermetamorfosis menjadi relawan Jakarta Bangkit, dan menunjuk Dedi Sulaeman, salah satu fungsionarisnya, menjadi koordinator relawan pendukung Anies-Sandi. Atas keputusan itu, Dedi menyatakan siap akan segala konsekuensinya. “Relawan Jakarta Bangkit akan berafiliasi dan memberikan dukungannya, serta akan berjuang memenangkan pasangan calon nomor 3,” ujar Dedi.

FRISKI RIANA

Baca Juga: 
Awal Mula Dukungan PKB ke Sandiaga Uno
Sumber : https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/02/09/348844667/alasan-pkb-membelot-pasangan-anies-sandi-dekat-dengan-ulama

Alasan PKB Membelot: Pasangan Anies-Sandi Dekat dengan Ulama

Unknown   at  01.37  No comments

Sandiaga Uno memaparkan Visi-Misi dalam penjaringan Bacagub DKI Jakarta di DPW PKB, Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Abdul Azis
Ketua Dewan Syuro PKB Fachrurazi mengatakan keputusan partai berpindah dukungan ke pasangan nomor 3 itu melalui pertimbangan yang matang dan musyawarah. Sebelumnya, PKB menyokong pasangan nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, kini mereka membelot ke pasangan nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “Paslon nomor 3 adalah paslon paling dekat dengan ulama, insya Allah keputusan ini berkah,” kata Fachrurazi dalam siaran tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 9 Februari 2017.

Dijelaskannya, pada Rabu malam, 8 Februari 2017, di Resto Raden Bahari Buncit, Jakarta Selatan, sejumlah fungsionaris PKB Jakarta Selatan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi. Selain dianggap dekat dengan ulama, tidak ada alasan lain yang dikemukakan kenapa PKB Jakarta Selatan berpindah dukungan.

Menurut Ketua Pengurus Cabang PKB Ahmad Huzaifi, partainya sejak awal telah menjalin hubungan dengan Sandiaga ketika masih menjadi bakal calon gubernur. “Ini adalah bentuk konsistensi kami terhadap kesepakatan yang telah lama dijalin untuk mendukung Sandiaga Uno,” tuturnya.

PKB merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Keputusan partai di tingkat pusat itu rupanya tak sejalan dengan tingkat wilayah Jakarta Selatan. PKB Jakarta Selatan menyadari bahwa keputusan mendukung Anies-Sandi berseberangan dengan struktur di atasnya.

Setelah deklarasi, fungsionaris PKB Jakarta Selatan juga bermetamorfosis menjadi relawan Jakarta Bangkit, dan menunjuk Dedi Sulaeman, salah satu fungsionarisnya, menjadi koordinator relawan pendukung Anies-Sandi. Atas keputusan itu, Dedi menyatakan siap akan segala konsekuensinya. “Relawan Jakarta Bangkit akan berafiliasi dan memberikan dukungannya, serta akan berjuang memenangkan pasangan calon nomor 3,” ujar Dedi.

FRISKI RIANA

Baca Juga: 
Awal Mula Dukungan PKB ke Sandiaga Uno
Sumber : https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/02/09/348844667/alasan-pkb-membelot-pasangan-anies-sandi-dekat-dengan-ulama
Continue Reading→

Selasa, 07 Februari 2017

Ilustrasi aksi bela Islam (Hasan Alhabshy/detikcom)
Massa sejumlah ormas kembali melakukan aksi pada 11 Februari 2017. Aksi itu akan digelar dengan cara doa bersama dan long march.

"Dari pertemuan terakhir, kita kumpul di Monas, jalan sehat ke Sudirman dan Harmoni. Kayak di CFD (car free day) titik kumpul di Monas," ucap juru bicara FPI Slamet Ma'arif ketika dimintai konfirmasi, Senin (6/2/2017).

Slamet menyebut penyelenggara aksi itu adalah Forum Umat Islam (FUI), yang digawangi sekjen-nya, yaitu M Al Khathtath. Slamet mengklaim acara itu sudah mengantongi izin dari kepolisian.

"(Soal izin) itu Kiai Khathtath yang tahu. Yang jelas, nggak mungkinlah bikin acara tanpa prosedur perizinan," ucap Slamet.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menyebut akan menggelar doa bersama pada 11 Februari 2017. Menurut Rizieq, aksi tersebut dimaksudkan untuk keamanan Pilkada di Jakarta.

"Doa untuk keselamatan bangsa, untuk keamanan Pilkada di Jakarta. Supaya Jakarta ke depan lebih baik lagi," kata Rizieq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

Terkait dengan hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengimbau masyarakat melakukan kegiatan lain pada tanggal tersebut. Iriawan menyebut saat itu pergelaran Pilkada DKI sudah dekat.

"Jadi saya sekali lagi mengimbau kepada saudara-saudara saya yang melaksanakan tanggal 11, lakukan kegiatan lain, karena tanggal 15 kita akan Pilkada," kata Iriawan, Minggu (5/2) kemarin.

"Saya mengimbau kepada masyarakat mari kita lakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, karena itu kan kampanye terakhir dan masuk minggu tenang," lanjutnya.

Aksi 11 Februari 2017 dilakukan saat masa tenang Pilkada DKI 2017. Kapolda mengimbau jajarannya untuk melakukan hal-hal yang diperlukan agar kondusivitas Jakarta tetap terjaga.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3414465/rute-aksi-112

Rute Aksi 112: Titik Kumpul di Monas, Lalu ke Sudirman-Harmoni

Unknown   at  03.56  No comments

Ilustrasi aksi bela Islam (Hasan Alhabshy/detikcom)
Massa sejumlah ormas kembali melakukan aksi pada 11 Februari 2017. Aksi itu akan digelar dengan cara doa bersama dan long march.

"Dari pertemuan terakhir, kita kumpul di Monas, jalan sehat ke Sudirman dan Harmoni. Kayak di CFD (car free day) titik kumpul di Monas," ucap juru bicara FPI Slamet Ma'arif ketika dimintai konfirmasi, Senin (6/2/2017).

Slamet menyebut penyelenggara aksi itu adalah Forum Umat Islam (FUI), yang digawangi sekjen-nya, yaitu M Al Khathtath. Slamet mengklaim acara itu sudah mengantongi izin dari kepolisian.

"(Soal izin) itu Kiai Khathtath yang tahu. Yang jelas, nggak mungkinlah bikin acara tanpa prosedur perizinan," ucap Slamet.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menyebut akan menggelar doa bersama pada 11 Februari 2017. Menurut Rizieq, aksi tersebut dimaksudkan untuk keamanan Pilkada di Jakarta.

"Doa untuk keselamatan bangsa, untuk keamanan Pilkada di Jakarta. Supaya Jakarta ke depan lebih baik lagi," kata Rizieq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

Terkait dengan hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengimbau masyarakat melakukan kegiatan lain pada tanggal tersebut. Iriawan menyebut saat itu pergelaran Pilkada DKI sudah dekat.

"Jadi saya sekali lagi mengimbau kepada saudara-saudara saya yang melaksanakan tanggal 11, lakukan kegiatan lain, karena tanggal 15 kita akan Pilkada," kata Iriawan, Minggu (5/2) kemarin.

"Saya mengimbau kepada masyarakat mari kita lakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, karena itu kan kampanye terakhir dan masuk minggu tenang," lanjutnya.

Aksi 11 Februari 2017 dilakukan saat masa tenang Pilkada DKI 2017. Kapolda mengimbau jajarannya untuk melakukan hal-hal yang diperlukan agar kondusivitas Jakarta tetap terjaga.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3414465/rute-aksi-112
Continue Reading→

Senin, 06 Februari 2017

Surat pernyataan DPA HIMAFI ITB
Tagline BERKARYA BERGERAK BERSAMA mengingatkan saya akan suatu mimpi semangat kemahasiswaan dalam suatu karya yang dapat digerakan bersama-sama untuk terus memberi kontribusi langsung sebagai insan akademis yang rindu akan perubahan.

Sampai om google masih menyimpan oretan-oretan bersejarah pada malam itu di kampus ganesa, yang selalu mengubah hari ini sudah besok tanpa terasa - JMP

Nokturnal Kampus :

  • Memperbanyak ruang interaksi untuk mempercepat kekeluargaan
  • Mengembangkan semangat berkarya dengan pendekatan lomba dan membudayakan apresiasi
  • Memaksimalkan peningkatan potensi anggota
  • Menumbuhkan kepedulian anggota terhadap masyarakat dan isu sosial
  • Menjaga hubungan baik dengan entitas luar


Melihat isi visi misi saya sejenak geleng-geleng kepala sambil tersenyum, berkata pada diri saya, "Ternyata dulu Jhon Mejer Purba dari latar belakang kampung, lulusan SMAN 1 RAYA bisa juga ada niatan menjadi pemimpin di ITB yang katanya kumpulan kaum intelektual ini" serta merenungi tiap kata yang tertulis di poster kampanye pada saat itu.


VISI

HIMAFI ITB yang BERGERAK BERSAMA mewujudkan kenyamanan berhimpun dan antusiasme BERKARYA .

MISI

  1. Mengembangkan sumber daya anggota HIMAFI ITB secara menyeluruh dan berkelanjutan
  2. Membangun solidaritas sesama anggota HIMAFI ITB
  3. Turut berpartisipasi aktif dalam kemahasiswaan
Dengan masuknya kembali "REZIM JHON" untuk seminggu kedepan, langsung mengawal pemilihan ketua HIMAFI Institut Teknologi Bandung . Kiranya mencetak pemimpin yang mau dan mampu, serta dapat membawa arah kemahasiswaan yang positif bahkan bersentuhan langsung dampaknya dengan masyarakat. 

GUE 2 #15Februari2017
GUE 2 #15Februari2017
Gue dua Gue dua. Pilih yang lurus. Pilih yang jujur. Gue dua Gue dua. Pilih yang bersih. Yang anti korupsi. Gue dua Gue dua. Gue dua.
GUE 2 #15Februari2017
GUE 2 #15Februari2017
Jangan lupa PILKADA DKI  #15Februari2017

BERKARYA BERGERAK BERSAMA

Unknown   at  07.48  No comments

Surat pernyataan DPA HIMAFI ITB
Tagline BERKARYA BERGERAK BERSAMA mengingatkan saya akan suatu mimpi semangat kemahasiswaan dalam suatu karya yang dapat digerakan bersama-sama untuk terus memberi kontribusi langsung sebagai insan akademis yang rindu akan perubahan.

Sampai om google masih menyimpan oretan-oretan bersejarah pada malam itu di kampus ganesa, yang selalu mengubah hari ini sudah besok tanpa terasa - JMP

Nokturnal Kampus :

  • Memperbanyak ruang interaksi untuk mempercepat kekeluargaan
  • Mengembangkan semangat berkarya dengan pendekatan lomba dan membudayakan apresiasi
  • Memaksimalkan peningkatan potensi anggota
  • Menumbuhkan kepedulian anggota terhadap masyarakat dan isu sosial
  • Menjaga hubungan baik dengan entitas luar


Melihat isi visi misi saya sejenak geleng-geleng kepala sambil tersenyum, berkata pada diri saya, "Ternyata dulu Jhon Mejer Purba dari latar belakang kampung, lulusan SMAN 1 RAYA bisa juga ada niatan menjadi pemimpin di ITB yang katanya kumpulan kaum intelektual ini" serta merenungi tiap kata yang tertulis di poster kampanye pada saat itu.


VISI

HIMAFI ITB yang BERGERAK BERSAMA mewujudkan kenyamanan berhimpun dan antusiasme BERKARYA .

MISI

  1. Mengembangkan sumber daya anggota HIMAFI ITB secara menyeluruh dan berkelanjutan
  2. Membangun solidaritas sesama anggota HIMAFI ITB
  3. Turut berpartisipasi aktif dalam kemahasiswaan
Dengan masuknya kembali "REZIM JHON" untuk seminggu kedepan, langsung mengawal pemilihan ketua HIMAFI Institut Teknologi Bandung . Kiranya mencetak pemimpin yang mau dan mampu, serta dapat membawa arah kemahasiswaan yang positif bahkan bersentuhan langsung dampaknya dengan masyarakat. 

GUE 2 #15Februari2017
GUE 2 #15Februari2017
Gue dua Gue dua. Pilih yang lurus. Pilih yang jujur. Gue dua Gue dua. Pilih yang bersih. Yang anti korupsi. Gue dua Gue dua. Gue dua.
GUE 2 #15Februari2017
GUE 2 #15Februari2017
Jangan lupa PILKADA DKI  #15Februari2017
Continue Reading→

Sabtu, 04 Februari 2017

Foto: Getty Images
Salah satu masalah klasik mereka yang telah lulus kuliah adalah bingung mau kerja apa. Bahkan tak jarang yang 'asal bekerja' saja. Mengapa bisa begitu? Bagaimana mengatasinya?

Psikolog klinis dewasa dari Personal Growth, Veronica Adesla, M.Psi. Psikolog menuturkan biasanya mereka yang menghadapi kebingungan mau kerja apa setelah lulus kuliah adalah karena kurang informasi terkait jurusan pendidikan yang mereka pilih. Selain itu juga kurang informasi bidang kerja apa yang terkait dengan jurusan yang diambil tersebut.

"Bisa terjadi karena mereka mengambil jurusan itu karena keinginan orang tua, misalnya, padahal passion-nya nggak di situ," kata Veronica di kelas psikologi dalam rangkaian kegiatan Psych yang digagas bunda.id di Gandaria City Mall, Jl Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017).

Lalu bagaimana menghadapi kebingungan ini? Veronica menyarankan untuk membuat perencanaan. Nah, dalam perencanaan itu memuat juga evaluasi terkait apa saja yang didapat atau ditemukan pada saat kuliah, passion-nya apa, karier seperti apa yang diharapkan, juga ingin jadi apa 20 tahun mendatang.

"Pertimbangkan juga apakah dengan pekerjaan yang dibayangkan akan dilakukan bertahun-tahun itu akan menjadi bosan atau tidak. Kalau ternyata butuh pendidikan atau kuliah lagi untuk kerja sesuai passion-nya, menurut saya kenapa tidak," tambah Veronica.

Jika orang tua masih sanggup membiayai kuliah bukan suatu masalah. Tapi bagaimana jika sudah tidak sanggup membiayai? Jangan patah semangat. Hal itu bisa diatasi dengan bekerja dulu sembari mengumpulkan biaya kuliah.

"Hidup itu harus punya tujuan, akan seperti apa kita nantinya, seperti apa hidup kita nantinya. Makanya kita perlu rencanakan dengan baik pekerjaan apa yang cocok dengan kita atau yang diinginkan," tutur Veronica.

Bekerja, baik sebagai karyawan maupun sebagai pemilik usaha, sama-sama butuh perencanaan. Karena dengan itu langkah yang dilakukan akan lebih terukur, sehingga bisa memperkirakan apa saja yang dibutuhkan.
Sumber : http://health.detik.com/read/2017/02/05/075032

Menghadapi Kebingungan Mau Kerja Apa Setelah Lulus Kuliah

Unknown   at  19.09  No comments

Foto: Getty Images
Salah satu masalah klasik mereka yang telah lulus kuliah adalah bingung mau kerja apa. Bahkan tak jarang yang 'asal bekerja' saja. Mengapa bisa begitu? Bagaimana mengatasinya?

Psikolog klinis dewasa dari Personal Growth, Veronica Adesla, M.Psi. Psikolog menuturkan biasanya mereka yang menghadapi kebingungan mau kerja apa setelah lulus kuliah adalah karena kurang informasi terkait jurusan pendidikan yang mereka pilih. Selain itu juga kurang informasi bidang kerja apa yang terkait dengan jurusan yang diambil tersebut.

"Bisa terjadi karena mereka mengambil jurusan itu karena keinginan orang tua, misalnya, padahal passion-nya nggak di situ," kata Veronica di kelas psikologi dalam rangkaian kegiatan Psych yang digagas bunda.id di Gandaria City Mall, Jl Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017).

Lalu bagaimana menghadapi kebingungan ini? Veronica menyarankan untuk membuat perencanaan. Nah, dalam perencanaan itu memuat juga evaluasi terkait apa saja yang didapat atau ditemukan pada saat kuliah, passion-nya apa, karier seperti apa yang diharapkan, juga ingin jadi apa 20 tahun mendatang.

"Pertimbangkan juga apakah dengan pekerjaan yang dibayangkan akan dilakukan bertahun-tahun itu akan menjadi bosan atau tidak. Kalau ternyata butuh pendidikan atau kuliah lagi untuk kerja sesuai passion-nya, menurut saya kenapa tidak," tambah Veronica.

Jika orang tua masih sanggup membiayai kuliah bukan suatu masalah. Tapi bagaimana jika sudah tidak sanggup membiayai? Jangan patah semangat. Hal itu bisa diatasi dengan bekerja dulu sembari mengumpulkan biaya kuliah.

"Hidup itu harus punya tujuan, akan seperti apa kita nantinya, seperti apa hidup kita nantinya. Makanya kita perlu rencanakan dengan baik pekerjaan apa yang cocok dengan kita atau yang diinginkan," tutur Veronica.

Bekerja, baik sebagai karyawan maupun sebagai pemilik usaha, sama-sama butuh perencanaan. Karena dengan itu langkah yang dilakukan akan lebih terukur, sehingga bisa memperkirakan apa saja yang dibutuhkan.
Sumber : http://health.detik.com/read/2017/02/05/075032
Continue Reading→

Discussion

Archive

Gadgets

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

DAERAH

DAERAH

POLITIK

POLITIK

PERISTIWA

PERISTIWA

KESEHATAN

Health

About Us

PHOTOGRAPHY

PHOTOGRAPHY

SPORTS

SPORTS

Text Widget

© 2013 JABAR NEWS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.