All Stories

Senin, 01 September 2014

Jakarta – Presiden SBY sebentar lagi akan meninggalkan jabatannya sebagai presiden. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menawarinya untuk mengabdi. Bagaimana tanggapan SBY?
"Sepengetahuan kami, beliau (Presiden SBY) akan mempertimbangkan semua tawaran itu," kata Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri kepada wartawan, pada Senin (1/9/2014).
Menurut dia, selain tawaran dari PBB, ada beberapa tawaran dari lembaga lain untuk SBY. Namun Marty enggan menyebutkan, lembaga mana saja yang memberikan penawaran untuk SBY mengabdi usai pensiun dari presiden.
Dia menyebut, tawaran yang datang menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap peran Presiden SBY selama sepuluh tahun berkiprah di kancah internasional.
Diketahui, sejak setahun lalu, telah beredar kabar bahwa Presiden SBY siap menjadi orang penting di markas PBB di New York setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Di forum internasional, citra SBY memang sangat baik. Indonesia berhasil menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang perubahan iklim di Bali pada akhir 2007. Sejumlah konferensi internasional juga berhasil diselenggarakan di Indonesia, seperti WTO dan sebagainya, berkat peran Presiden SBY.
Presiden SBY merupakan presiden RI ke-6 dan menjabat sejak 2004. Pada Pemilu 2009, dia kembali terpilih dan untuk kedua kalinya menjabat sebagai presiden RI yang dipilih pertamakalinya secara langsung oleh masyarakat Indonesia. Dia akan menyerahkan jabatannya kepada Jokowi yang menjadi presiden terpilih berdasarkan rekapitulasi nasional dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli lalu. Jokowi akan dilantik pada 20 Oktober.

SBY Ditawari Mengabdi di PBB, Apa Tanggapannya?

Unknown   at  23.33  No comments

Jakarta – Presiden SBY sebentar lagi akan meninggalkan jabatannya sebagai presiden. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menawarinya untuk mengabdi. Bagaimana tanggapan SBY?
"Sepengetahuan kami, beliau (Presiden SBY) akan mempertimbangkan semua tawaran itu," kata Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri kepada wartawan, pada Senin (1/9/2014).
Menurut dia, selain tawaran dari PBB, ada beberapa tawaran dari lembaga lain untuk SBY. Namun Marty enggan menyebutkan, lembaga mana saja yang memberikan penawaran untuk SBY mengabdi usai pensiun dari presiden.
Dia menyebut, tawaran yang datang menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap peran Presiden SBY selama sepuluh tahun berkiprah di kancah internasional.
Diketahui, sejak setahun lalu, telah beredar kabar bahwa Presiden SBY siap menjadi orang penting di markas PBB di New York setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Di forum internasional, citra SBY memang sangat baik. Indonesia berhasil menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang perubahan iklim di Bali pada akhir 2007. Sejumlah konferensi internasional juga berhasil diselenggarakan di Indonesia, seperti WTO dan sebagainya, berkat peran Presiden SBY.
Presiden SBY merupakan presiden RI ke-6 dan menjabat sejak 2004. Pada Pemilu 2009, dia kembali terpilih dan untuk kedua kalinya menjabat sebagai presiden RI yang dipilih pertamakalinya secara langsung oleh masyarakat Indonesia. Dia akan menyerahkan jabatannya kepada Jokowi yang menjadi presiden terpilih berdasarkan rekapitulasi nasional dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli lalu. Jokowi akan dilantik pada 20 Oktober.
Continue Reading→

Anggota DPRD yang baru berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pelantikan berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/8/2014). Sebanyak 106 orang anggota DPRD DKI dilantik untuk periode 2014-2019. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
JAKARTA - Pengamat Anggaran Politik, Uchok Sky Khadafi menilai anggaran pelantikan anggota DPR dan DPD tahun 2014 jauh dari efisiensi negara. Pasalnya, guna melantik sejumlah anggota parlemen itu, negara merogoh kocek hingga Rp16.122.970.000.
"Saya mengucapkan selamat bertugas, dan berhura-hura buat anggota baru DPR dan DPD atas pelantikanmu. Saya sebut pelantikan ini sebagai pesta berhura-hura ini Karena anggaran yang dikeluar tidak kecil, dan ini jauh dari efesiensi," kata Direktur Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA itu dalam keterangan persnya diterima Tribunnews.com, Minggu (31/8/2014).
Selain itu, menurutnya, pelantikan ini sungguh dahsyat, fantastis, mewah, dan hanya membuat rakyat menjerit. Bahkan, dia menilai, anggaran Rp16,1 miliar untuk acara pelantikan anggota parlemen baru merupakan awal dari pembohongan kepada rakyat.
"Masa acara pengambilan sumpah/Janji anggota DPR, DPD, MPR pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp16,1 miliar. Padahal, saat ini rakyat mulai kesusahan lantaran tidak punya duit karena pemerintah mulai melakukan pembatasan BBM seperti jalan tol," ujarnya.
"Kata pemerintah, subsidi mau dicabut karena pemerintah tidak punya duit, dan subsidi hanya membebani APBN. Tapi kok untuk anggaran pelantikan sampai Rp16,1 miliar? Pemerintah punya duit, tidak ngeyel mengatakan harus dicabut karena kemahalan, dan juga bisa disediakan dalam APBN tanpa mengucapkan kata-kata defisit," sambungnya.
Besaran anggaran ini, ditambahkan Uchok, membuat publik memiliki dugaan bahwa ini bentuk "suap" pertama dari eksekutif kepada legislatif baru agar tidak terlalu banyak protes terhadap kebijakannya, atau bisa lolos dari DPR.
Demikian detail anggaran untuk acara pengambilan sumpah/Janji anggota DPR, DPD, dan MPR diperuntukan:
1. Uang paket meeting, Tiket, Taksi, repsentasi, dan uang harian anggota DPR, dan DPD sebanyak 692 orang akan menghabiskan anggaran Rp10,1 miliar.
2. Honor panitia yang terdiri dari sekretariat KPU, DPR, DPD, Setneg, Setgab, Polri, dan Paspampres akan menghabiskan Rp1,9 miliar.
3. Untuk anggaran rapat atau paket meeting, dan rapat kordinasi Rp1,08 miliar.
4. Perlengkapan pelantikan sebesar Rp962 juta. Diperuntukan antara lain: tas panitia sebesar harga satuannya Rp150 ribu, tas calon anggota dewan Rp300 ribu; payung harga satuannya Rp100 ribu; pin harga satuan Rp30 ribu; topi harga satuan Rp50 ribu; kaos sebesar Rp100 ribu; bunga/kembang Rp1 juta; baju batik Rp400 ribu; dan spanduk Rp750 ribu, dan lain-lain.
5. Sewa bus sebesar Rp603 juta.
6. Makanan dan snack sebesar Rp514 juta.
7. Penggandaan dan penjilidan Rp270,3 juta.
8. Pengawalan jalan raya Rp270 juta.
9.Anggaran untuk MC dan rohaniawan sebesar Rp112 juta.

Pelantikan Parlemen Baru Kuras Anggaran Rp16,1 Miliar

Unknown   at  04.18  No comments

Anggota DPRD yang baru berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pelantikan berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/8/2014). Sebanyak 106 orang anggota DPRD DKI dilantik untuk periode 2014-2019. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
JAKARTA - Pengamat Anggaran Politik, Uchok Sky Khadafi menilai anggaran pelantikan anggota DPR dan DPD tahun 2014 jauh dari efisiensi negara. Pasalnya, guna melantik sejumlah anggota parlemen itu, negara merogoh kocek hingga Rp16.122.970.000.
"Saya mengucapkan selamat bertugas, dan berhura-hura buat anggota baru DPR dan DPD atas pelantikanmu. Saya sebut pelantikan ini sebagai pesta berhura-hura ini Karena anggaran yang dikeluar tidak kecil, dan ini jauh dari efesiensi," kata Direktur Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA itu dalam keterangan persnya diterima Tribunnews.com, Minggu (31/8/2014).
Selain itu, menurutnya, pelantikan ini sungguh dahsyat, fantastis, mewah, dan hanya membuat rakyat menjerit. Bahkan, dia menilai, anggaran Rp16,1 miliar untuk acara pelantikan anggota parlemen baru merupakan awal dari pembohongan kepada rakyat.
"Masa acara pengambilan sumpah/Janji anggota DPR, DPD, MPR pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp16,1 miliar. Padahal, saat ini rakyat mulai kesusahan lantaran tidak punya duit karena pemerintah mulai melakukan pembatasan BBM seperti jalan tol," ujarnya.
"Kata pemerintah, subsidi mau dicabut karena pemerintah tidak punya duit, dan subsidi hanya membebani APBN. Tapi kok untuk anggaran pelantikan sampai Rp16,1 miliar? Pemerintah punya duit, tidak ngeyel mengatakan harus dicabut karena kemahalan, dan juga bisa disediakan dalam APBN tanpa mengucapkan kata-kata defisit," sambungnya.
Besaran anggaran ini, ditambahkan Uchok, membuat publik memiliki dugaan bahwa ini bentuk "suap" pertama dari eksekutif kepada legislatif baru agar tidak terlalu banyak protes terhadap kebijakannya, atau bisa lolos dari DPR.
Demikian detail anggaran untuk acara pengambilan sumpah/Janji anggota DPR, DPD, dan MPR diperuntukan:
1. Uang paket meeting, Tiket, Taksi, repsentasi, dan uang harian anggota DPR, dan DPD sebanyak 692 orang akan menghabiskan anggaran Rp10,1 miliar.
2. Honor panitia yang terdiri dari sekretariat KPU, DPR, DPD, Setneg, Setgab, Polri, dan Paspampres akan menghabiskan Rp1,9 miliar.
3. Untuk anggaran rapat atau paket meeting, dan rapat kordinasi Rp1,08 miliar.
4. Perlengkapan pelantikan sebesar Rp962 juta. Diperuntukan antara lain: tas panitia sebesar harga satuannya Rp150 ribu, tas calon anggota dewan Rp300 ribu; payung harga satuannya Rp100 ribu; pin harga satuan Rp30 ribu; topi harga satuan Rp50 ribu; kaos sebesar Rp100 ribu; bunga/kembang Rp1 juta; baju batik Rp400 ribu; dan spanduk Rp750 ribu, dan lain-lain.
5. Sewa bus sebesar Rp603 juta.
6. Makanan dan snack sebesar Rp514 juta.
7. Penggandaan dan penjilidan Rp270,3 juta.
8. Pengawalan jalan raya Rp270 juta.
9.Anggaran untuk MC dan rohaniawan sebesar Rp112 juta.
Continue Reading→

Bontang dipastikan jadi lokasi pembangunan kilang Pertamina (Tempo)
Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan membangun dua kilang minyak baru dengan kapasitas masing-masing mencapai 500.000 barel per hari. Tujuannya untuk menekan impor BBM selama ini yang cukup besar.

"Pak Jokowi akan membangun kilang minimal dua kilang minyak baru kapasitas 300.000 hingga 500.000 barel/hari, kita akan bangun," kata Anggota Komisi VII dan fraksi PDI-Perjuangan Effendi Simbolon saat ditemui di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Effendi mengungkapkan dua kilang minyak baru akan dibangun di daerah Bontang, Kalimantan Timur dan satu lagi di Indonesia bagian Timur. Menurutnya 2 kilang minyak baru ini adalah rencana yang sudah ada sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sayangnya hingga kini belum juga terealisasi.

"Di dalam pemerintahan SBY sudah dialokasikan, studi anggaran bahkan sudah ada dan Pertamina sudah menyiapkan dana, tetapi lagi-lagi katanya tidak ada stock crude-nya, teknologinya juga nggak ada. Di Bontang dan Indonesia Timur ini kita bangun untuk distribusi dan produksinya kita bisa tekan biaya yang tinggi. Tidak lagi harga jomplang karena dekat dengan end-user," paparnya.

Selain membangun dua kilang minyak baru, untuk menekan impor BBM Jokowi juga akan memaksimalkan energi non fosil yaitu dengan pemanfaatan energi berbasis gas dan bahan bakar nabati (BBN).

"Pokoknya kita berikan insentif, BBN untuk biodisel campuran kita paksa Pertamina ekuivalen dengan perusahaan sejenis harus meningkatkan campuran bukan hanya 10% tetapi 40% sehingga biodiesel ini bisa bersaing dengan BBM yang diimpor. Sawit itu selain untuk CPO juga bisa dibuat bahan bakar," jelasnya.

Jokowi Akan Bangun Kilang Minyak di Bontang dan Indonesia Timur

Unknown   at  04.17  No comments

Bontang dipastikan jadi lokasi pembangunan kilang Pertamina (Tempo)
Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan membangun dua kilang minyak baru dengan kapasitas masing-masing mencapai 500.000 barel per hari. Tujuannya untuk menekan impor BBM selama ini yang cukup besar.

"Pak Jokowi akan membangun kilang minimal dua kilang minyak baru kapasitas 300.000 hingga 500.000 barel/hari, kita akan bangun," kata Anggota Komisi VII dan fraksi PDI-Perjuangan Effendi Simbolon saat ditemui di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Effendi mengungkapkan dua kilang minyak baru akan dibangun di daerah Bontang, Kalimantan Timur dan satu lagi di Indonesia bagian Timur. Menurutnya 2 kilang minyak baru ini adalah rencana yang sudah ada sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sayangnya hingga kini belum juga terealisasi.

"Di dalam pemerintahan SBY sudah dialokasikan, studi anggaran bahkan sudah ada dan Pertamina sudah menyiapkan dana, tetapi lagi-lagi katanya tidak ada stock crude-nya, teknologinya juga nggak ada. Di Bontang dan Indonesia Timur ini kita bangun untuk distribusi dan produksinya kita bisa tekan biaya yang tinggi. Tidak lagi harga jomplang karena dekat dengan end-user," paparnya.

Selain membangun dua kilang minyak baru, untuk menekan impor BBM Jokowi juga akan memaksimalkan energi non fosil yaitu dengan pemanfaatan energi berbasis gas dan bahan bakar nabati (BBN).

"Pokoknya kita berikan insentif, BBN untuk biodisel campuran kita paksa Pertamina ekuivalen dengan perusahaan sejenis harus meningkatkan campuran bukan hanya 10% tetapi 40% sehingga biodiesel ini bisa bersaing dengan BBM yang diimpor. Sawit itu selain untuk CPO juga bisa dibuat bahan bakar," jelasnya.
Continue Reading→

Joko Widodo (Jokowi) (foto : TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Jakarta, baranews.co - Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan bahwa ia akan menerapkan sistem presidensial murni dalam menjalankan pemerintahannya ke depan. Ia bahkan menegaskan akan mengevaluasi kinerja jajaran kabinetnya setiap satu tahun sekali. 

Apabila ada menteri yang gagal mencapai target sesuai yang telah ditetapkan, Jokowi siap untuk mencopotnya, tanpa mempertimbangkan asal partai politiknya. 

Reshuffle atau perombakan kabinet, tegasnya, merupakan hak prerogatif presiden. 

"Mau diangkat, mau diberhentikan, itu hak prerogatif presiden, kapan pun. Kan setiap tahun ada targetnya. Targetnya kualitatif dan kuantitatif. Targetnya harus kongkret. Kalau tidak mencapai target, masa mau diteruskan," katanya, di Balaikota Jakarta, Senin (1/9/2014). 

Menurut Jokowi, sesuai sistem presidensial, presiden merupakan kepala eksekutif tertinggi. Karena itu, presiden punya wewenang penuh untuk menentukan orang-orang yang akan masuk ke dalam jajaran kabinetnya. 

"Presiden itu chief executive kalau mau benar-benar diterapkan presidensial. Kalau masih setengah-setengah ya jangan ngomong masalah presidensial," ujar pria asal Solo itu. 

Menurut rencana, susunan kabinet Jokowi akan diumumkan paling cepat pada tanggal 15 September. Saat ini, Tim Transisi masih menyusun jumlah anggota kabinet dan nama-nama yang akan dipilih.

Tak Ingin Dikekang Parpol, Jokowi Terapkan Sistem Presidensial Murni

Unknown   at  04.16  No comments

Joko Widodo (Jokowi) (foto : TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Jakarta, baranews.co - Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan bahwa ia akan menerapkan sistem presidensial murni dalam menjalankan pemerintahannya ke depan. Ia bahkan menegaskan akan mengevaluasi kinerja jajaran kabinetnya setiap satu tahun sekali. 

Apabila ada menteri yang gagal mencapai target sesuai yang telah ditetapkan, Jokowi siap untuk mencopotnya, tanpa mempertimbangkan asal partai politiknya. 

Reshuffle atau perombakan kabinet, tegasnya, merupakan hak prerogatif presiden. 

"Mau diangkat, mau diberhentikan, itu hak prerogatif presiden, kapan pun. Kan setiap tahun ada targetnya. Targetnya kualitatif dan kuantitatif. Targetnya harus kongkret. Kalau tidak mencapai target, masa mau diteruskan," katanya, di Balaikota Jakarta, Senin (1/9/2014). 

Menurut Jokowi, sesuai sistem presidensial, presiden merupakan kepala eksekutif tertinggi. Karena itu, presiden punya wewenang penuh untuk menentukan orang-orang yang akan masuk ke dalam jajaran kabinetnya. 

"Presiden itu chief executive kalau mau benar-benar diterapkan presidensial. Kalau masih setengah-setengah ya jangan ngomong masalah presidensial," ujar pria asal Solo itu. 

Menurut rencana, susunan kabinet Jokowi akan diumumkan paling cepat pada tanggal 15 September. Saat ini, Tim Transisi masih menyusun jumlah anggota kabinet dan nama-nama yang akan dipilih.
Continue Reading→

Minggu, 31 Agustus 2014

ada ada aja :)
Jakarta - 2 Truk tangki ngetril berbarengan di kawasan Krikilan, Temanggung, Jawa Tengah. Polisi memastikan peristiwa itu terjadi bukan karena hal gaib. Truk itu ngetril bareng di Krikilan karena kurang muatan.

"Jadi itu ngangkut air tebu, karena kurang muatan di tanjakan kan jadi goyang-goyang dan lebih berat ke belakang. Jadi naik truk tangkinya," kata Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Andhika Wiratama yang dikonfirmasi detikcom, Kamis (28/8/2014).

Menurut Andhika, kedua truk itu sudah dievakuasi dengan mesin derek siang tadi. "Jadi pakai derek diturunkan dulu, terus kita tarik ke atas," imbuh Andhika.

Menurutnya, yang lebih dahulu ngetril yakni truk warna kuning, kemudian truk yang merah ingin nyalip tapi malah mengalami nasib yang sama.

"Ya keduanya kurang muatan, mestinya isinya full. Ini bukan karena hal gaib atau mistis, nggak ada itu," tegas dia.

Diakui dia, di kawasan itu memang kerap kendaraan mogok atau turun lagi karena ya itu tadi tanjakan yang terjal. "Kalau yang naik seperti itu baru pertama kali, tapi kalau mogok atau turun lagi sering. Kita sudah koordinasi dengan instansi terkait," tutupnya.

2 Truk Ngetril di Krikilan di Temanggung Bukan karena Hal Gaib, Tapi Kurang Muatan

Unknown   at  21.36  No comments

ada ada aja :)
Jakarta - 2 Truk tangki ngetril berbarengan di kawasan Krikilan, Temanggung, Jawa Tengah. Polisi memastikan peristiwa itu terjadi bukan karena hal gaib. Truk itu ngetril bareng di Krikilan karena kurang muatan.

"Jadi itu ngangkut air tebu, karena kurang muatan di tanjakan kan jadi goyang-goyang dan lebih berat ke belakang. Jadi naik truk tangkinya," kata Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Andhika Wiratama yang dikonfirmasi detikcom, Kamis (28/8/2014).

Menurut Andhika, kedua truk itu sudah dievakuasi dengan mesin derek siang tadi. "Jadi pakai derek diturunkan dulu, terus kita tarik ke atas," imbuh Andhika.

Menurutnya, yang lebih dahulu ngetril yakni truk warna kuning, kemudian truk yang merah ingin nyalip tapi malah mengalami nasib yang sama.

"Ya keduanya kurang muatan, mestinya isinya full. Ini bukan karena hal gaib atau mistis, nggak ada itu," tegas dia.

Diakui dia, di kawasan itu memang kerap kendaraan mogok atau turun lagi karena ya itu tadi tanjakan yang terjal. "Kalau yang naik seperti itu baru pertama kali, tapi kalau mogok atau turun lagi sering. Kita sudah koordinasi dengan instansi terkait," tutupnya.
Continue Reading→

Penyanyi Iwan Fals (kiri) bersama Pelaksana Tugas
(Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan), di Balaikota Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Depok -
Musisi senior Iwan Fals mengaku kagum pada sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Bahkan musisi senior ini mengatakan dia hampir menangis saat melihat wawancara Ahok di salah satu stasiun televisi swasta.
"Semalam saya nonton Ahok di Kick Andy. Sampai mau nangis lihat dia (Ahok) bela rakyat," ujar Iwan Fals usai Konser Pelangi di Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2014).
Iwan menambahkan, dia melihat hal menarik dalam tayangan tersebut. Dia sangat tertarik pada cerita tentang pesan Ahok pada anaknya saat diwawancarai wartawan senior Andy F Noya dalam acara bincang-bincang itu.
"Saat ditanya sama anaknya dia bilang 'kalau ada apa-apa sama saya, jangan nyalahin Tuhan'. Dalam keadaan apapun ingat Tuhan itu penting," sambungnya.
Musisi yang akrab mengkritik pemerintah lewat lagu-lagunya itu juga ikut memberikan komentar terkait pandangan ayah Ahok tentang sosok seorang pejabat. "Bapaknya Ahok ngomong, orang paling mulia adalah pejabat karena dia ngurusin orang. Iya juga, saya mikir. Tetapi kalau (pejabat) jahat itu lebih brengsek. Mudah-mudahan benar, jadi harapan bapaknya," ujar Iwan.
Iwan mengaku akan meminta para penggemarnya untuk memberikan standing applause bila Ahok datang ke konsernya. "Itu bentuk dukungan. Dia orangnya tegas, apa adanya. Dia seperti oase," lanjut Iwan.
Untuk itu, Iwan berpesan agar Ahok terus berjuang bagi masyarakat kecil. Dia juga berdoa agar Ahok selalu dijaga dan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Iwan Fals: Saya Hampir Nangis Dengar Pesan Ahok Kepada Anaknya

Unknown   at  21.28  No comments

Penyanyi Iwan Fals (kiri) bersama Pelaksana Tugas
(Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan), di Balaikota Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Depok -
Musisi senior Iwan Fals mengaku kagum pada sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Bahkan musisi senior ini mengatakan dia hampir menangis saat melihat wawancara Ahok di salah satu stasiun televisi swasta.
"Semalam saya nonton Ahok di Kick Andy. Sampai mau nangis lihat dia (Ahok) bela rakyat," ujar Iwan Fals usai Konser Pelangi di Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2014).
Iwan menambahkan, dia melihat hal menarik dalam tayangan tersebut. Dia sangat tertarik pada cerita tentang pesan Ahok pada anaknya saat diwawancarai wartawan senior Andy F Noya dalam acara bincang-bincang itu.
"Saat ditanya sama anaknya dia bilang 'kalau ada apa-apa sama saya, jangan nyalahin Tuhan'. Dalam keadaan apapun ingat Tuhan itu penting," sambungnya.
Musisi yang akrab mengkritik pemerintah lewat lagu-lagunya itu juga ikut memberikan komentar terkait pandangan ayah Ahok tentang sosok seorang pejabat. "Bapaknya Ahok ngomong, orang paling mulia adalah pejabat karena dia ngurusin orang. Iya juga, saya mikir. Tetapi kalau (pejabat) jahat itu lebih brengsek. Mudah-mudahan benar, jadi harapan bapaknya," ujar Iwan.
Iwan mengaku akan meminta para penggemarnya untuk memberikan standing applause bila Ahok datang ke konsernya. "Itu bentuk dukungan. Dia orangnya tegas, apa adanya. Dia seperti oase," lanjut Iwan.
Untuk itu, Iwan berpesan agar Ahok terus berjuang bagi masyarakat kecil. Dia juga berdoa agar Ahok selalu dijaga dan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Continue Reading→

Rabu, 27 Agustus 2014

Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori
Wapres terpilih Jusuf Kalla (JK) mengaku khawatir atas kelangkaan BBM belakangan ini. Dalam pertemuannya bersama Presiden terpilih Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, JK menegaskan persoalan itu juga dibahas.
Menurut JK, permasalahan kelangkaan BBM ini perlu diperhatikan agar masyarakat Indonesia tidak mengantre. Mantan Wapres periode 2004-2009 ini mengaku tidak tega melihat pemandangan tersebut.
"Daripada orang kasihan ngantre-ngantre jeriken masa mesti dibiarin. Anda rela gak bangsa Indonesia antre jeriken," kata JK di sebuah rumah, Jalan Sisingamangaraja No 5, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (26/8).
Sebelumnya, menurut JK, subsidi BBM seharusnya bisa dialihkan ke arah lebih baik, terutama untuk infrastruktur dan kebijakan rakyat.
"Apapun subsidi harus dialihkan ke produktif, kalau efek kenaikan harga, itu hanya efek saja, hanya dialihkan saja dari konsumtif ke produktif. Itu tergantung pemerintah sekarang, kita tak bisa mintaSBY. Itu kewajiban bersama," kata JK, Senin (25/8).
JK menambahkan, soal pengalihan subsidi nanti tidak perlu meminta persetujuan DPR. Sebab, bila tidak Indonesia akan berutang tiga kali lipat.
"Tidak dibutuhkan persetujuan DPR, contoh, hari ini diperkirakan subsidi BBM diperkirakan akan habis November. Kalau tidak dinaikan, berarti tak ada dana lagi. Makanya kita harus sesuaikan diri dengan keadaan. Itu harus naikan, kalau tidak, di mana ambil uang untuk 2 bulan ke depan? Utang lagi? Nanti lebih salah lagi pemerintah. Utang negara bisa melebihi 3 persen GDP, itu sudah melanggar UU," ujarnya.

JK: Anda rela lihat bangsa Indonesia antre jeriken?

Unknown   at  05.36  No comments

Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori
Wapres terpilih Jusuf Kalla (JK) mengaku khawatir atas kelangkaan BBM belakangan ini. Dalam pertemuannya bersama Presiden terpilih Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, JK menegaskan persoalan itu juga dibahas.
Menurut JK, permasalahan kelangkaan BBM ini perlu diperhatikan agar masyarakat Indonesia tidak mengantre. Mantan Wapres periode 2004-2009 ini mengaku tidak tega melihat pemandangan tersebut.
"Daripada orang kasihan ngantre-ngantre jeriken masa mesti dibiarin. Anda rela gak bangsa Indonesia antre jeriken," kata JK di sebuah rumah, Jalan Sisingamangaraja No 5, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (26/8).
Sebelumnya, menurut JK, subsidi BBM seharusnya bisa dialihkan ke arah lebih baik, terutama untuk infrastruktur dan kebijakan rakyat.
"Apapun subsidi harus dialihkan ke produktif, kalau efek kenaikan harga, itu hanya efek saja, hanya dialihkan saja dari konsumtif ke produktif. Itu tergantung pemerintah sekarang, kita tak bisa mintaSBY. Itu kewajiban bersama," kata JK, Senin (25/8).
JK menambahkan, soal pengalihan subsidi nanti tidak perlu meminta persetujuan DPR. Sebab, bila tidak Indonesia akan berutang tiga kali lipat.
"Tidak dibutuhkan persetujuan DPR, contoh, hari ini diperkirakan subsidi BBM diperkirakan akan habis November. Kalau tidak dinaikan, berarti tak ada dana lagi. Makanya kita harus sesuaikan diri dengan keadaan. Itu harus naikan, kalau tidak, di mana ambil uang untuk 2 bulan ke depan? Utang lagi? Nanti lebih salah lagi pemerintah. Utang negara bisa melebihi 3 persen GDP, itu sudah melanggar UU," ujarnya.
Continue Reading→

Discussion

Archive

Gadgets

Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

DAERAH

DAERAH

POLITIK

POLITIK

PERISTIWA

PERISTIWA

KESEHATAN

Health

About Us

PHOTOGRAPHY

PHOTOGRAPHY

SPORTS

SPORTS

Text Widget

© 2013 JABAR NEWS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.